Bertemu Buruh, Sudirman Said Ditodong Kontrak Politik

SEMARANG – Calon Gubernur Jawa Tengah bernomor urut 2, Sudirman Said menggelar doa bersama lintas asosiasi, pada Sabtu petang (2/6). Dalam acara itu, pasangan Ida Fauziyah tersebut bertemu dengan 27 asosiasi asosiasi guru honorer dan pegawai tidak tetap, asosiasi angkutan online,  persatuan guru swasta, persatuan guru TK, penyuluh pertanian, perhimpunan perempuan Indonesia, asosiasi buruh, disabilitas hingga perkumpulan marbot masjid dan langgar.

Sudirman Said

Tapi, perhatian peserta tertuju pada sejumlah buruh yang menyodorkan kontrak politik dalam acara doa bersama tersebut. Para buruh menuntut Sudirman meneken kontrak politik sebagai imbal balik bila terpilih sebagai Gubernur Jateng nanti.

Namun, Sudirman tidak dapat menandatangani kontrak politik itu karena selain perlu mempelajarinya terlebih dahulu, juga ia tidak mau ada sikap tidak percaya kepada dirinya.

“Saya bukannya tidak mau tanda tangan. Kalau begini kita rasanya tidak saling percaya. Kalau bapak-bapak dan ibu percaya kepada saya, saya tidak akan lari. Saya akan memperhatikan semua masukan dan mencari solusi satu jika sudah duduk nanti,” akunya.

Dalam kontrak politik itu tertera kesepakatan menaikan upah buruh. Menurut Sudirman itu tak bijak, lantaran belum ada pertemuan dengan para pengusaha. Ia tidak ingin menjanjikan kenaikan dalam persentase tertentu. Dia perlu duduk dengan pengusaha dan organisasi buruh untuk mencari titik temu yang menguntungkan semua pihak.

“Kalau saya tiba-tiba menandatangani kontrak untuk menaikkan upah buruh tanpa berunding dengan pihak pengusaha, tentu ini tidak bijak. Pemerintah sifatnya fasilitator, jembatan yang menghubungkan kepentingan buruh dan pengusaha,” terang dia.

Sudirman juga enggan melawan pemerintah pusat ketika diminta oleh asosiasi nelayan dan cantrang untuk menolak berbagai kebijakan yang tidak berpihak kepada mereka. Perwakilan angkutan online misalnya, meminta Sudirman menolak Peraturan Menteri Perhubungan yang dianggap membatasi ruang gerak mereka.

“Saya tidak boleh melawan peraturan yang sudah ditetapkan pemerintah pusat. Karena pada dasarnya gubernur adalah kepanjangan pemerintah pusat. Tapi saya akan mendampingi perjuangan warga saya untuk mendapatkan solusi terbaik guna melanjutkan kehidupannya,” katanya.

Dari kalangan guru honorer dan pegawai tidak tetap berharap Sudirman bukan saja meningkatkan kesejahteraan mereka, tetapi juga mengupayakan agar meningkatkan status mereka dari tenaga honorer menjadi pegawai tetap atau Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Di akhir dialog, ia memohon dukungan di Pilgub Jateng 2018 agar bisa memiliki kekuatan untuk memperjuangkan harapan dan keinginan masyarakat Jateng. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 1 = 7

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.