“Bertapa”, Single Terbaru Tanpa Nada tentang Perjalanan Manusia

BERUSIA genap sepuluh tahun, grup musik dengan aliran Rock Eksperimental asal Semarang, Tanpa Nada merilis sebuah single. Bertajuk ‘Bertapa’, kali ini dirilis bebarengan dengan sebuah video klip yang sudah bisa dinikmati di kanal Youtube Tanpa Nada.

Tanpa Nada
Foto: istimewa

Berdurasi 4 menit 38 detik, lagu ini bercerita tentang sebuah perjalanan manusia. Mulai dari lahir, tua, dan mati. Dimana perjalanan tersebut digambarkan dengan sebuah kegiatan bertapa.

“Lagu ‘Bertapa’ mewakili proses kontemplasi dalam kejernihan diri. Dia adalah perjalanan yang tidak pernah berhenti. Mulai lahir, tua, dan mati. Ini juga merupakan karya yang berdiri sendiri, di luar album musik yang sudah kami luncurkan secara daring pada 10 Desember 2017 lalu bertajuk Diorama Kakofoni,” ujar Erick, vokalis Tanpa Nada, Selasa (26/6).

Lebih lanjut, Erick mengatakan lagu ini meramu berbagai elemen suara dalam karyanya bersama rekan satu grup. Tema akustik diusung dalam lagu terbaru mereka ini. Beberapa alat musik seperti Shakuhachi asal jepang juga menjadi salah satu elemen pemanis lagu ini.

“Musik berkonsep akustik kami pilih untuk mengawali alunan di awal lagu. Kami anggap, akustik merupakan kejernihan. Alat tiup dari Jepang, Shakuhachi melengkapinya. Seruling itu, dalam konsepnya, mempunyai lantunan yang bersinergi dengan air. Aliran yang jernih,” imbuh Erick.

Selain Shakuhachi, pada menit 2.05 ada suara alat musik tradisional bernama Karinding dari Jawa Barat dan Genggong di Bali menjadi latar deklamasi puisi. Alat musik yang dekat dengan tradisi persawahan ini membentuk ruang kontemplasi yang menyejukkan.

Rangkaian suara tersebut digarap di Studio Musik 4WD, Semarang. Dimana rangkaian lagu tersebut ialah hasil dari para personel Tanpa Nada yang diolah oleh sound engineer bernama Hamzah Kusbiyanto. Sebelumnya ia juga telah menggarap album Tanpa Nada.

Untuk video klip sendiri, Erick bersama rekannya kali ini menggunakan nuansa hitam putih. Senada dengan video klip mereka sebelumnya berjudul Tanda Tanya yang dirilis Oktober 2017 lalu, mereka menggunakan gaya eksperimental.

“Kami memilih konsep warna hitam dan putih, disitu kontemplasi kembali bertunas. Di satu warna, gradasi memunculkan detail peristiwa. Gerak tubuh berselaras dengan alunan alam. Manusia, hidup di realitas dalam dirinya dan di luar dirinya. Alam, sosial, serta budaya. Kesadaran untuk hidup, lebih hidup,” kata Erick.

Video klip itu sendiri menyandingkan Kidung Paramadita dan Aristya Kusuma Verdana sebagai aktor. Sedangkan lokasi shooting dilaksanakan di Hutan Tinjomoyo, Kota Lama, dan Taman Budaya Raden Saleh.

“Ya kami berharap, semoga bisa menjadi energi positif bagi siapa saja yang mendengarkan.  Hingga nantinya bisa berimbas baik dan berbuah menjadi penyemangat dalam menjalani perjuangan hidup,” tukas Erick.

Sementara, Tanpa Nada sendiri terbentuk sejak 20 Mei 2008 silam. Grup musik tersebut sudah melahirkan dua album yakni Ini Duniaku Ini Duniamu (2010) dan Diorama Kakofani (2017). Tanpa Nada sendiri digawangi oleh Erick (vokal), Fajar “Cepot” Leksono (vokal), Aristyakuver (etnik), Lutfi Firmansyah (Gitar/Vokal), Adi “Kempul” Prasetyo (gitar), Samid (bass), dan Lazuardy “Ambon” Inu (drum), memperlakukan puisi dalam konteks lirik. (fen)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

75 − = 70

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.