Berkedok Dukun, Sopir Taksi Tipu Warga Puluhan Juta

Warga Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan ini berdalih mampu menarik emas seharga ratusan juta rupiah dari alam gaib.

TEGAL – Seorang pengemudi taksi online diringkus jajaran Satreskrim Polres Tegal, lantaran diduga melakukan penipuan terhadap warga hingga mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Saat gelar perkara di Mapolres, Senin (13/5/2019), pelaku mengaku mampu harta karun gaib.

Pelaku dukun palsu, menunjukkan perhiasan saat gelar perkara di Mapolres Tegal. Foto : metrojateng.com/ adithya

Pelaku yang diketahui bernama Amru Jamal (36) menjelaskan, tindak pidana yang dilakukan bermula dari curhatan istri korban yang mengaku bermimpi menjadi milyader. Alih-alih dapat mewujudkan mimpi tersebut, korban justru tekor puluhan juta.

Warga Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan ini berdalih mampu menarik emas seharga ratusan juta rupiah dari alam gaib dengan menggelar ritual. Sayangnya, meski telah mentransfer uang sebanyak Rp 31 juta, bukan emas yang didapat melainkan perhiasan imitasi alias palsu.

Kapolres Tegal, AKBP Dwi Agus melalui Kasat Reskrim, AKP Bambang Purnomo mengatakan, pelaku menyampaikan kepada korban kalau dirinya mampu menarik harta karun berupa emas. Namun, dengan sejumlah syarat di antaranya korban harus mentransfer uang sebanyak Rp 37.770.000.

“Korban saat itu sudah transfer uang kepada pelaku sebanyak Rp 31.800.000. Karena memang korban hanya memiliki uang sejumlah tersebut. Namun, pelaku mengaku akan menutup kekurangannya,” terang AKP Bambang dalam gelar perkara.

Uang tersebut, sambung Bambang, pelaku janjikan dapat digunakan sebagai jasa untuk menarik perhiasan emas yang seharga Rp 777.000.000. Naas, setelah korban mentransfer uang dan melakukan ritual emas yang dijanjikan hanyalah fiktif belaka.

“Pelaku menyerahkan sejumlah perhiasan. Namun, setelah diperiksa kandungannya,  hanya sebagian kecil mengandung emas. Semua imitasi,” tegasnya.

Sementara pelaku saat dikonfirmasi mengatakan sebenarnya ritual sudah berhasil. Namun, karena korban tidak mengindahkan permintaan pelaku sehingga hasilnya gagal. Adapun ritual tersebut dilakukan di sebuah lahan kosong di belakang sekolah.

“Saya beri selembar kain mori dan harus dibuka pada malam hari, sehari setelah ritual. Tapi ini belum sehari sudah dibuka. Jadi gagal semuanya,” ujar Jamal.

Akibat perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 378 KUHP. Dengan ancaman pidana maksimal 4 tahun penjara. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.