Berkat Laporan Warga di 112, Remaja Terduga Geng Motor Dibekuk

Penangkapan itu berasal dari laporan masyarakat melalui call center gawat darurat di nomor 112 milik Pemerintah Kota Semarang.

Wali Kota Hendi saat meninjau ruang call center di Situation Room Balai Kota Semarang. (istimewa)

 

SEMARANG – Sejumlah aksi meresahkan di Kota Semarang yang belakangan kerap terjadi mulai terungkap satu per satu. Salah satunya terkait aksi yang diduga dilakukan oleh komplotan geng motor. Aksinya sempat viral ketika melakukan penyerangan di beberapa tempat.

 

Tindakan yang meresahkan warga tersebut pun berhasil diredam, pasca sejumlah remaja yang diduga merupakan anggota geng motor tersebut akhirnya ditangkap oleh pihak kepolisian di Kota Semarang.

 

Terkait penangkapan tersebut, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menjelaskan, partisipasi masyarakat dan respon cepat pihak kepolisian di Semarang menjadi kunci sukses dalam mewujudkan keamanan dan kenyamanan di Kota Semarang tersebut.

 

“Kekompakan berbagai elemen di Kota Semarang untuk meredam berbagai aksi meresahkan itu, antara lain terlihat dari diamankannya sejumlah remaja yang diduga anggota geng motor, penangkapan itu berasal dari laporan masyarakat melalui call center gawat darurat di nomor 112 milik Pemerintah Kota Semarang,” terangnya, Kamis (7/2/2019).

 

Proses masuknya laporan melalui call center 112 Pemerintah Kota Semarang itu, dia menceritakan, kemudian dibagikan melalui akun sosial media miliknya, baik facebook, twitter, maupun instagram @HendrarPrihadi.

 

Dalam rekaman percakapan call center 112 yang diunggahnya, memang diketahui menunjukkan adanya laporan dari masyarakat yang menginfokan perihal keberadaan beberapa pihak yang diduga anggota geng motor di wilayah Tlogosari, Kota Semarang.

 

Laporan itulah, kata Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang, yang kemudian langsung ditindaknjuti oleh pihak kepolisian di Semarang dengan melakukan pengamanan.

 

Hendi mengharapkan, masyarakat dapat terus aktif berpartisipasi dalam menjaga kondusivitas Kota Semarang melalui berbagai cara. Selain membuat edaran kepada camat lurah agar menggiatkan siskamling, dia berharap call center 112  dapat menjadi media sinergitas seluruh elemen di Kota Semarang.

 

“Tentu saja saya mengapresiasi kepada sedulur-sedulur yang terus aktif berkomunikasi dengan kami melalui call center 112,” tutur Wali Kota Semarang yang juga politisi PDI Perjuangan ini.

 

“Selain itu juga apresiasi setinggi-tingginya saya berikan kepada sedulur-sedulur kepolisian, karena selalu merespon laporan yang diberikan dengan cepat,” imbuhnya. (duh)

 

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.