Berhias ‘Red Carpet’, Kampung Jokowi Bisa untuk Selfie

Kampung Jokowi diharapkan bisa mendongkrak dan menjadi motor penggerak untuk mendulang suara Jokowi-Amin pada Pilpres 2019 nanti.

SUKOHARJODewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Sukoharjo merapatkan barisannya dengan meresmikan Kampung Jokowi di Dukuh Tambak, Desa Grogol, Minggu (24/3/2019). Keberadaan kampung tersebut sebagai upaya untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pemilu mendatang.

Kampung Jokowi di Dukuh Tambak, Desa Grogol. Foto: metrojateng.com

Dikatakan Sukardi Budi Martono tokoh PDI Perjuangan Kecamatan Grogol, keberadaan kampung Jokowi tersebut sebagai dukungan terhadap pasangan Jokowi-Amin dan juga untuk mendongkrak suara pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019 nanti.

“Ini sebagai dukungan kepada Pak Jokowi dan Ma’ruf Amin, dan ini ide dari warga yang mendukung dan mereka antusias terhadap pasangan Jokowi-Amin,” kata Sukardi didampingi Sugito, Ketua tim relawan Dukuh Tambak Desa Grogol.

Di Dukuh Tambak, ada satu RW yang menyatakan diri sebagai Kampung Jokowi, yakni RW 2 dengan 5 RT. Warga menyatakan siap memenangkan Capres nomor urut 01.

Sementara di Kampung Jokowi Gumpang, setiap rumah warga di dua RT dicat warna merah. Pun dengan jalan kampung sehingga menyerupai “red carpet”. Kemudian terpasang poster Jokowi berukuran besar di jalan masuk yang memakai baju adat lengkap dengan blangkon, lalu poster-poster Jokowi-Amin dan bendera merah putih. 

“Konsepnya itu murni dari warga. Sebelum membentuk Kampung Jokowi ini tetap dikoordinasikan dengan warga lain dan meminta izin, jadi tidak ada masalah dan tidak ada paksaan,” ucap Tri, salah satu warga Gumpang.

Dengan kampung ini diharapkan bisa menarik dan menjadi magnet warga lain. Bahkan ini menjadi tempat berswafoto dengan konsep yang bagus.

Terpisah, Ketua DPC PDI Perjuangan Sukoharjo, Wardoyo Wijaya mengatakan adanya Kampung Jokowi diharapkan bisa mendongkrak dan menjadi motor penggerak untuk mendulang suara Jokowi-Amin pada Pilpres 2019 nanti.

“Kami targetkan kemenangan Jokowi-Amin sampai di tingkat desa sampai 80 persen. Untuk di tingkat kecamatan memperoleh kemenangan 75 persen,” tandasnya. (MJ-28)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.