Berdayakan Desa, Rumah Zakat Kelola Dana Zakat, Infaq, Sodaqoh

rumah zakat
Dialog Sharing Desa Berdaya di Hotel Muria, Selasa (10/4). (Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

SEMARANG – Pada 2017 lalu, Rumah Zakat Jawa Tengah berhasil menghimpun dana sebanyak Rp 5,2 Miliar. Sebanyak 60 persen dana tersebut dikelola dan disalurkan untuk mengembangkan potensi desa melalui program Desa Berdaya.

Kepala Kantor Perwakilan Rumah Zakat Jateng, Alamsyah Nurzaman mengatakan, program ini sudah berjalan sejak awal 2016 silam dan berhasil memberdayakan sekitar 94 desa yang tersebar di Jawa Tengah.

Ada empat rumpun yang menjadi sasaran, yaitu pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lingkungan. Sebanyak 274 relawan ditempatkan di desa desa untuk mengawal program agar berjalan.

“Beberapa yang sudah berjalan adalah adanya Klinik Pratama milik Rumah Zakat di Jalan Sompok yang pengoperasiannya dari awal menggunakan dana dari masyarakat. Ada pula sekolah gratis, yaitu SD Juara di Pedurungan,” kata dia, Selasa (10/4).

Pada 2018, dia menargetkan mampu menghimpun dana sebanyak Rp 8,5 Miliar yang 60 persennya akan digunakan untuk Desa Berdaya. Sedangkan jumlah Desa Berdaya diharapkan bertambah 43 desa hingga 2018.

Pihaknya sedang memilih desa mana saja yang memiliki potensi untuk dijadikan Desa Berdaya. “Rumah Zakat hanya akan mendampingi dan mendorong desa hingga tiga tahun melalui Desa Berdaya. Setelah itu, kami memilih desa lain,” tukasnya. (ade)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

99 − 94 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.