Berburu Yuyu Itu Mengasyikkan

Cara Beda Peringati Hardiknas

Berinteraksi dengan alam diyakini bakal membentengi anak-anak dari pengaruh negatif perkembangan teknologi.

UNGARANPuluhan siswa PAUD dan SD Shagaqu (Sahabat Keluarga Quran) Jalan MT Haryono No 87 Kalipasir Kalirejo Ungaran Timur, Kabupaten Semarang berburu yuyu atau kepiting air tawar di lingkungan sekolahnya, Kamis (2/5/2019). Kegiatan tersebut bersamaan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Berburu yuyu jadi pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak PAUD dan SD Shagaqu Ungaran. Foto: metrojateng.com

Para siswa bertelanjang kaki berjalan di pematang sawah dan sungai di lingkungan sekolah didampingi para pengajarnya. Mereka berebut dan menceburkan diri ke sungai saat melihat binatang buruannya itu.

Satu dua orang siswa mengaduh sambil tertawa riang saat tangannya dijepit capit yuyu yang ditangkapnya. Yuyu yang tertangkap itu kemudian dijadikan satu dalam ember yang dibawa para pengajar.

Siswa PAUD Shagaqu Paud dan SD Shagaqu (Sahabat Keluarga Qur’an) Kalirejo Ungaran Timur, berburu Yuyu di lingkungan sekolahnya, Kamis (2/5/2019), bersamaan dengan Hari Pendidikan Nasional. Foto: metrojateng.com

Menurut Kepala PAUD Agustina Rusitawati tema pelajaran tersebut adalah mengenal binatang ciptaan Allah. “Selain belajar di dalam kelas, siswa juga belajar di alam. Yuyu adalah binatang unik yang berjalan miring. Dengan belajar di alam dan di kelas siswa dapat mengetahui secara langsung binatang tersebut,” katanya.

Bocah-bocah belia ini sangat bersemangat mengikuti kegiatan berburu yuyu di area persawahan. Foto: metrojateng.com

Agustina menambahkan, di tengah-tengah perkembangan teknologi, belajar di alam dapat membentengi para siswa dari pengaruh buruk teknologi tersebut. Hal itu senada seperti yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendi dalam pesannya menyambut Hardiknas tahun ini.

Dalam pesannya tersebut, lanjut Agustina, Menteri Muhadjir menyampaikan bahwa perkembangan teknologi yang semakin canggih, dapat mempengaruhi cara berpikir, berperilaku dan karakter peserta didik.

Berinteraksi dengan alam diyakini bakal membentengi anak-anak dari pengaruh negatif perkembangan teknologi. Foto: metrojateng.com

“Peserta didik harus memiliki karakter dan jati diri bangsa di tengah perubahan global yang bergerak cepat,” tutup Agustina. (*)

Ucapan Lebaran 1440

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.