Berasnya Tidak Layak Konsumsi, Dinas Ketahanan Pangan Minta Maaf

Beras dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang yang tiba di dapur umum bencana banjir Mangkang Wetan. (foto: metrosemarang.com)

 

 

 

SEMARANG – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Semarang meminta maaf atas kejadian beras bantuan untuk korban bencana banjir di RT 02 RT 03 Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, yang berbau apek dan tidak layak konsumsi. Diakui beras sebanyak 6 kwintal tersebut berasal dari gudang miliknya.

‘’Kami mohon maaf atas kejadian itu. Kemarin itu mungkin mengambilnya keliru atau bagaimana. Memang, saya memerintahkan malam, pagi dikeluarkan untuk diberikan ke lokasi. Mungkin petugas yang mengambil di gudang belum mengecek,’’ kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono, Jumat (24/11).

Pihaknya mengaku telah menarik beras yang tidak layak konsumsi dan menggantinya dengan beras baru. Berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) beras bantuan untuk korban bencana diakui harus berkualitas baik.

Dinas Ketahanan Pangan Kota, katanya, memang menyediakan beras khusus melalui program Cadangan Pangan Daerah untuk mengantisipasi kebutuhan dalam kejadian darurat. Misalnya seperti kejadian bencana banjir ini. Secara berkala beras cadangan ini dilakukan pengolahan.

‘’Apabila beras cadangan tidak digunakan, maka tetap disimpan di gudang DKP. Kami buat sistem perawatan dan pengelolaan secara berkala agar tidak terjadi kekeliruan. Ada mekanisme pengolahan dan sirkulasi,’’ katanya.

Untuk beras bantuan bencana banjir di Mangkang, kata Sapto, kurang lebih 600 kilogram atau 6 kwintal. Beras itu untuk keperluan dapur umum di lokasi bencana banjir di Mangkang Wetan. (duh)

Anda mungkin juga berminat
Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 7 = 15

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.