Beras Renteng Laris Manis di Sekitaran Kampus

Bulog ingin beras renteng tidak terbatas warga kurang mampu dan anak kos saja.

SEMARANG- Perum Bulog Divre Jawa Tengah menargetkan keberadaan beras renteng bisa dirasakan semua lapisan masyarakat.

Kepala Bulog Divre Jawa Tengah, M Sugit Tedjo Mulyono, memaparkan pemasaran beras renteng kepada wartawan, Senin (13/8/2018). Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto

Kepala Bulog Divre Jawa Tengah, M Sugit Tedjo Mulyono, mengatakan beras renteng saat ini paling laku di toko-toko dekat kampus.

“Ini progres yang bagus. Karenanya Pak Buwas sebagai Dirut Bulog berpendapat masak sih di warung ada gula. Tapi ndak ada beras murah. Maka kita buat kemasan beras renteng dengan kualitas premium,” kata Sugit, kepada metrojateng.com, Senin (13/8/2018).

Sugit mengungkapkan HET beras renteng Rp 2.300 per bungkus. Tetapi harga jual di tingkat pedagang sebesar Rp 2.500 per bungkus.

Ia mengungkapkan telah mendistribusikan beras renteng seluruh wilayahnya mencapai sedikitnya 25.000 bungkus dengan isi 200 gram.

“Permintaan paling menonjol di Solo. Akhir-akhir ini permintaannya sangat meningkat. Kita targetkan semua toko dan kampung kita kirim beras renteng,” jelasnya.

Ia mengaku tengah membidik segmen pasar kalangan anak kos, keluarga baru dan orang-orang yang mau hidup secara praktis. “Kita kirim ke semua lapisan masyarakat. Tidak terbatas warga kurang mampu dan anak kos saja,” imbuhnya.

Jika ada pedagang yang menolak beras renteng, ia bilang akan tetap diberikan sembari menyosialisasikan manfaatnya.

Kendati demikian, ia mengungkapkan beras renteng punya batas kedaluarsa. “Yaitu hanya tiga bulan. Lebih dari itu, kita tarik dari pasaran,” bebernya.

Keberadaan beras renteng, katanya akan dimanfaatkan untuk merubah image Bulog di tengah masyarakat. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.