Beraksi Pakai Golok, Dua Begal Serobot Tas Pengendara Wanita

Dapatnya kartu ATM. Mereka mengacak PIN sesuai tanggal lahir korban, ternyata berhasil. Uang korban pun dibobol.

Kapolsek Pedurungan, Kompol Mulyadi menunjukkan barang bukti berupa golok yang digunakan oleh tersangka. (Efendi/metrojateng.com)

SEMARANG – Dua orang pemuda diringkus aparat Polsek Pedurungan, Kota Semarang. Keduanya masing-masing; Agus Pamungkas (18), warga Desa Gesong Panekan, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri dan Satria Batra Adi Guna (28), warga Jalan Jolotundo l, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari.

Mereka dibekuk lantaran melakukan pembegalan terhadap seorang wanita. Keduanya beraksi pada Senin (14/1/2019), sekira pukul 04.30 pagi. Mereka berangkat dari tempat jualan milik Satria di daerah Relokasi Pasar Johar, Jalan Arteri Sukarno Hatta.

Tersangka Agus dan Satria kesehariannya berjualan nasi angkringan. “Waktu itu memang warung lagi sepi, kemudian saya bercanda sama Mas Satria ngajak nyari duit (membegal),” kata Agus.

Ternyata candaan tersebut direspons oleh Satria dengan serius. Agus kemudian pamit kepada Satria pergi mengambil golok untuk senjata saat melancarkan aksi. Sekembalinya Agus, keduanya langsung berangkat tanpa tujuan.

Awalnya mereka berkeliling di wilayah Pedurungan. “Kami nggak ada tujuan, memang sedapatnya. Di dekat terowongan di Jalan Gajah Birowo, Kelurahan Tlogosari Kulon kami melihat korban. Spontan ,kami langsung menghampiri dan memepet. Saya awalnya agak gemetar, karena baru pertama kali. Ternyata ‘setannya’ lebih kuat,” kata Agus.

Agus saat itu dalam posisi mengendarai, sedangkan Satria membonceng di belakang. Satria menjadi eksekutor dalam aksi tersebut. Saat kejadian, Satria menarik tas milik korban. Satria bersama korban, sempat terjatuh karena saling tarik memperebutkan tas.

Setelah jatuh, Satria langsung menghampiri korban dan memaksa meminta tas dengan menodongkan golok. “Setelah Mas Satria dapet tasnya, kami langsung pergi. Saya ngecek tas di dalamnya cuma ada pakaian dan dompet. Saya lalu inisiatif karena ada kartu ATM di dalamnya, saya kemudian menuju ke mesin ATM,” kata Agus.

Mereka menuju ke mesin ATM daerah Masjid Agung Jawa Tengah. Saat itu, Agus mencoba memasukkan kartu ATM milik korban dengan menyertakan pin secara acak. Agus sempat gagal memasukkan pin ATM sebanyak dua kali.

“Di kesempatan ketiga saya mencoba memasukkan PIN dengan angka tanggal lahir korban yang tercantum di KTP. Dan ternyata benar, saya kemudian mengambil uang sebanyak Rp 1 juta,” imbuh Agus.

Agus mengaku baru menggunakan uang tersebut untuk makan senilai Rp 100 ribu. Belum sempat menikmati hasil kejahatannya, kedua tersangka diringkus oleh petugas kepolisian. Mereka diringkus kurang dari lima jam setelah kejadian.

Kapolsek Pedurungan, Kompol Mulyadi mengatakan, korban bernama Tita Aprilia (22), warga Jalan Prembaen, Kembangsari, Kecamatan Semarang Tengah. Saat kejadian, Tita sedang berangkat menuju tempat kerja lantaran mendapat shift pagi.

“Korban ini bekerja di Stasiun Alas Tuo. Memang dia berangkat pagi karena saat itu dia ada shift pagi. Ini kedua tersangka kami tahan di Mapolsek Pedurungan untuk menunggu proses penyidikan,” terang Mulyadi.

Mereka dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. (fen)

 

 

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.