Bentuk Wajah Ideal dengan Metode “The Science of Facial Architecture”

Pada era sosial beauty ini, selain memiliki tampilan sempurna, masyarakat juga ingin tampilan wajahnya tetap terlihat natural.

SEMARANG – Tampil cantik dan sempurna sudah menjadi kebutuhan masyarakat terutama kaum hawa. Era Beauty 4.0 ini tampak dari makin suburnya bisnis kecantikan dan juga makin beragamnya metode perawatan kecantikan.

Director of Miracle Aesthetic Clinic Semarang, dokter Lidya Barasjid Dipl AAAM mengenalkan perawatan kecantikan terbaru, The Science of Facial Architecture di Gyo Japanese Restaurant Semarang, Jumat (16/8/2019). Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Salah satu metode perawatan kecantikan terkini, yakni The Science Facial Architecture. Miracle Aesthetic Clinic Semarang meluncurkan metode tersebut untuk membentuk wajah ideal.

Director of Miracle Aesthetic Clinic Semarang, dokter Lidya Barasjid Dipl AAAM mengatakan, saat ini para wanita ingin tampil cantik tidak hanya untuk eksistensi dan aktualisasi diri di media sosial. Namun, juga untuk kehidupan nyata seperti, mendukung pekerjaan, karir dan kehidupan sosial mereka.

“Akan tetapi, untuk mempercantik diri pada masa sekarang masyarakat sudah tidak lagi memilih operasi plastik. Dalam lima tahun terakhir perawatan kecantikan dengan prosedur minimal invasif atau non-bedah lebih diminati,” ungkapnya pada acara peluncuran The Science of Facial Architecture di Gyo Japanese Restaurant Semarang, Jumat (16/8/2019).

Hal itu karena, inovasi dan teknologi terus berkembang semakin canggih. Selain itu, juga terus berevolusi, sehingga memungkinkan banyak teknik yang dapat dilakukan oleh para ahli untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan tampilan yang sempurna.

Lidya menjelaskan, pada era sosial beauty ini, selain memiliki tampilan sempurna, masyarakat juga ingin tampilan wajahnya tetap terlihat natural. Tidak dipungkiri bahwa bentuk wajah merupakan salah satu elemen penting yang mempengaruhi kriteria wajah ideal atau tidaknya seseorang. Bentuk wajah mempengaruhi feminin atau maskulin, dan menarik atau tidaknya tampilan seseorang.

“Pada metode terbaru The Science of Facial Architecture, kami melakukan perawatan estetik untuk membentuk wajah ideal melalui pendekatan holistik antara kepekaan artistik (cita rasa seni) digabungkan dengan ilmu kedokteran yang menjadi pedoman dasar bagi para dokter di Miracle. Sehingga, akan memberikan hasil estetika terbaik secara aman, konsisten dan bertahan lama,” jelasnya.

Untuk mendapatkan perawatan tersebut pasien harus melewati beberapa tahapan di antaranya, facial assessment oleh dokter untuk menganalisa dan memahami apa yang menjadi want (apa yang dinginkan) dan feel (apa yang dirasakan) pasien. Kemudian dokter akan menjelaskan kepada pasien apa yang menjadi need (kebutuhan pasien). Selanjutnya, dokter akan merancang program perawatan yang tepat disesuaikan dengan kebutuhan setiap individu.

“Di dalam metode The Science of Facial Architecture ini dokter akan melakukan tiga tahapan proses pembentukan wajah. Tahapannya adalah memperbaiki struktur kulit untuk memperkuat fondasi wajah terlebih dahulu. Setelah itu, dilakukan tahapan memperbaiki kontur wajah agar memiliki tampilan wajah 3D yang lebih simetris, proporsional, dan ideal. Tahapan yang ketiga adalah bertujuan untuk menyempurnakan detail-detail, dan harmonisasi setiap bagian wajah sehingga hasil akhirnya adalah tampilan wajah yang lebih artistik,” tuturnya.

Salah satu pasien sekaligus fashion designer yang hadir dalam peluncuran, Devy Ros mengaku, perawatan kecantikan sangatlah penting.

“Sebab, apapun profesinya kita harus tampil sebaik mungkin. Adapun, melakukan perawatan di Miracle ini very personal, karena tidak sembarang orang yang melakukan tindakan perawatan, langsung dokter yang melakukan,” katanya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.