Bentrok Anggota TNI AU dan Kopassus Bukan Masalah Kesatuan

image
Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) IV/4 Solo Letkol CPM Witono. Foto: metrojateng.com/MJ-01

SOLO- Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) IV/4 Solo Letkol CPM Witono menerangkan, jika perkelahian yang terjadi di karaoke Bima, Solobaru, pada Minggu (31/5) dinihari kemarin, bukan karena masalah kesatuan, melainkan masalah emosi yang muncul secara spontan.
 
“Ini bukan masalah kesatuan, melainkan emosi yang muncul secara spontan. Keduanya tak bisa menahan diri, hingga terlibat perkelahian dan meninggalnya salah seorang anggota TNI AU Serma (Sersan Mayor) Zulkifli, pada Selasa (2/6) kemarin,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (3/6).
 
Sampai saat ini pihaknya masih melakukan penelusuran lebih jauh, termasuk meminta keterangan lima anggota Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan. Selain itu, pihaknya juga akan melihat barang bukti lainya, yang didapatkan dari hasil rekaman kamera CCTV.
 
“Guna mendalami semua ini, kami juga bekerjasama dengan Polres Sukoharjo. Selain itu, kami juga akan melihat hasil rekaman CCTV,” imbuhnya.
 
Ketika disinggung, jeratan hukum yang menanti bagi para tersangka, Letkol CPM Witono menerangkan jika Pasal 170 KUHP Jo. 351 ayat 3 tentang penganiayaan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia sudah menanti. (Dit)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

32 − 23 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.