Belum Menang Pemilu, Dilarang Pasang Spanduk di Sukoharjo

Lima spanduk dicopot, di antaranya dipasang di depan UMS, depan Hotel Ommaya Baki, sekitar Underpass Makam Haji, dan di Desa Mayang, Gatak.

SUKOHARJOSejumlah spanduk ucapan selamat terpilihnya Presiden Republik Indonesia untuk periode 2019-2024 di copot Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukoharjo, Kamis (2/5/2019). Spanduk tersebut dinilai tidak etis karena proses penghitungan oleh KPU belum selesai.

Penertiban spanduk Pemilu di Sukoharjo, Kamis (2/5/2019). Foto: metrojateng.com

Kepala Satpol PP Sukoharjo, Heru Indarjo mengatakan, spanduk ini juga tergolong liar karena tidak ada izin resmi. Selain itu, kata dia, proses Pemilu belum usai sehingga berpotensi menimbulkan keresahan.

“Hasil penghitungan dari KPU RI kan belum keluar, jika ada spanduk ucapan selamat ini bisa berpotensi kegaduhan dan mempengaruhi persepsi masyarakat,” tegasnya.

Dilanjutkan Heru, dalam operasi kali ini, pihaknya mengamankan lima spanduk ucapan selamat. Di antaranya dipasang di depan UMS, depan Hotel Ommaya Baki, sekitar Underpass Makam Haji, dan di Desa Mayang, Gatak.

Kelima spanduk tersebut berisikan ucapan selamat yang ditujukan kepada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Heru menganggap, spanduk semacam itu lebih etisnya dikeluarkan saat KPU RI sudah mengumumkan hasil penghitungan suara secara resmi.

“Kami tidak tahu yang membuat siapa, tapi sebaiknya menunggu dulu keputusan resmi dari KPU,” imbuhnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat, jika menemukan spanduk serupa untuk segera melaporkan kepada Satpol PP atau pihak terkait. (MJ-28)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.