Beli Dagangan Ipin, Wahyu Dibekuk Polisi

Tersangka Wahyu Try Wibowo (25) saat diinterogasi di Mapolresta Magelang.
?
?

MAGELANG -Wahyu Try Wibowo (25) tidak berkutik saat petugas Sat Narkoba membekuknya di rumahnya Dusun Punduhan, Desa Jogonegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Ia kedapatan mengkonsumsi dan menyimpan sabu sabu seberat 1,75 gr. Barang itu diakuinya diperoleh dari Nusakambangan.

“Saat ditangkap. Saya baru saja memakai,” katanya di mapolres Magelang, Kamis (16/3).

Ia juga mengaku mengenal barang itu dari  Edy warga Pringtali. “Ia yang mengenalkan saya pada Ipin dari Nusakambangan. Saya beli online dan barang diantar ke alamat yang ditunjukkan,” kata Wahyu. Dikatakan , sabu-sabu ia beli dari seorang napi di Nusakambangan melalui transfer bank BCA sebesar Rp 1.800.000. Selain dinikmati sendiri, sabu sabu tersebut ia pecah ke dalam lima paket plastik kecil.

Pria yang tidak memiliki pekerjaan tetap ini mengaku mencicipi sabu sabu pertama kali tahun 2015 saat merantau ke Jambi. Ia dikenalkan sabu sabu oleh warga Jambi bernama Ages. Menjelang Ramadhan 2016, Wahyu pulang ke Mertoyudan dan kemudian kembali bersentuhan dengan sabu sabu setelah berhubungan dekat dengan Edy, tetangga kampungnya.

Dari yang  awalnya hanya sekedar mencoba saja, akhirnya Wahyu mulai paham bagaimana memperoleh barang itu. Pada September 2016 membeli sendiri 0,5 gram sabu seharga Rp 600 ribu. Merasa ketagihan, Wahyu membeli lagi pada Oktober 2016 bersama rekan-rekannya. Sempat tidak memakai, ia kembali membeli sabu-sabu seberat 1,76 gram seharga Rp 1.800.000 dari Ipin di Nusakambangan.

Wahyu mengaku sabu sabu sebanyak itu akan dipakai sendiri. Agar tidak diketahui keluarga, sabu sabu ia sembunyikan di dalam bungkus rokok dan diletakkan di halaman rumah. Namun keterangan Wahyu ini dimentahkan oleh polisi.

Menurut Kasat Narkoba AKP Eko Sumbodo, tersangka tidak mungkin memecah mecah bongkahan sabu-sabu kalau ingin digunakan sendiri.Tentunya akan rugi karena ada butiran yang menempel di plastik. “Kalau dibagi ke dalam lima bungkus kecil pasti niatannya akan dijual lagi,” tandas Eko Sumbodo.

Ia mengatakan pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti berupa paket sabu, pipet, bungkus rokok dan sendok kecil. Tersangka akan di jerat pasal 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 dan atau pasal 127 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Jika terbukti mereka terancam hukuman penjara maksimal 12 tahun dan denda maksimal Rp 8 milyar. (MJ -24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

33 − = 31

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.