Begini agar Produk UKM Bisa Naik Kelas

Bagi UKM yang sudah memiliki kualitas produk yang bagus, Dinkop dan UKM akan memberikan fasilitas sertifikasi.

SEMARANG – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Jawa Tengah terus mendorong agar produk-produk dari sektor UKM bisa naik kelas. Upaya itu harus ditempuh mengingat perkembangan UKM di Jateng sekarang ini tumbuh signifikan.

Produk UKM Jateng kini bisa ditemui di Bandara Ahmad Yani Semarang. Foto: metrojateng.com/anggun puspita

‘’Perkembangan UKM di provinsi ini terus tumbuh, terutama secara kuantitas. Banyak pelaku-pelaku usaha baru yang memiliki produk untuk dipasarkan,’’ ungkap Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Bima Kartika, Selasa (12/3/2019).

Kondisi itu harus didukung dengan perbaikan kualitas, khususnya bagi pelaku UKM yang sudah menggeluti usaha. Tujuan ini agar mereka mampu bersaing ke pasar yang lebih luas.

Diketahui, dari data BPS jumlah UMKM di Jateng sekarang ini telah mencapai 4,8 juta. Namun, dari data tersebut baru 137.000 UMKM yang sudah dibina oleh Dinkop dan UKM Jateng.

‘’Pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk, sekaligus menaikkan kelas mereka dari kelas yang sebelumnya ke kelas yang lebih tinggi,’’ tutur Bima.

Selain pembinaan, sejauh ini pemerintah juga mendukung pendampingan, pelatihan, dan juga fasilitas penunjang bagi UKM. Dukungan itu diharapkan, terutama bagi UKM baru agar bisa tumbuh.

“Persoalan UKM biasanya ada masalah dengan modal, SDM, bahan baku, pemasaran, dan manajemen. Untuk itu, adanya pembinaan dari kami ini harapannya kendala-kendala itu bisa diatasi sehingga UKM mampu berkembang dan naik kelas tahap demi tahap,’’ jelasnya.

Sementara itu, bagi UKM yang sudah memiliki kualitas produk yang bagus, Dinkop dan UKM akan memberikan fasilitas sertifikasi. Tujuan itu untuk membangun kepercayaan konsumen, karena branding sangat penting untuk penjualan produk-produk UKM tersebut.

“Kami juga mendorong produk UKM bisa dipasarkan di tempat-tempat strategis, seperti di bandara, rest area, atau pusat oleh-oleh. Sekarang inipun ada 700 jenis produk dari UKM se-Jateng yang dipasarkan di lokasi-lokasi tersebut,’’ tandasnya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.