Beda dengan Kambing, Daging Domba Harus Dimasak Lebih Lama

SETIAP daging memiliki ciri khas sendiri baik dalam tekstur, rasa, aroma dan sebagainya. Begitu pula dengan cara menangani daging tersebut, perlu perlakuan khusus agar daging lebih enak dinikmati.

Hotel Santika Premiere Semarang menghadirkan menu serba domba selama Juli. Foto: ade lukmono

Seperti daging domba (impor) yang memiliki karakter lebih beraroma dan keras dibanding daging kambing (lokal) biasa. Daging domba harus dimasak lebih lama dibanding daging kambing agar bisa dinikmati.

“Karena daging domba lebih tebal dan lebih berbau, perlu dimasak kurang lebih satu jam bersama beberapa bumbu, seperti jahe, sereh dan laos. Sedangkan untuk menghilangkan aroma prengus, jeruk nipis bisa menjadi pilihan tepat,” kata Chef Hotel Santika Premiere Semarang, Ari Setiawan, Kamis (5/7).

Bulan Juli 2018, Hotel Santika Premiere Semarang menghadirkan menu serba domba. Beberapa yang menjadi andalan adalah Tongseng Domba Bakar, Gulai Domba Kacang Merah

Krengsengan Domba dan Tengkleng Domba. Semua menu tersebut dibanderol dengan harga Rp 55.000.

Ari mengatakan, domba yang dipilih adalah domba yang berasal dari Australia. Pemilihan tersebut didasari karena domba dari Australia memiliki tekstur yang lebih halus.

“Kami ingin menyuguhkan sesuatu yang berbeda, yaitu bahan yang berasal dari luar negeri kami olah dengan bumbu lokal dan menghadirkan cita rasa nusantara,” ungkapnya. (ade)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

7 + 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.