Bebas dari Penjara, Residivis Ini Malah Transaksi Narkoba

Pelaku membeli sabu-sabu dari 1 gram seharga Rp 1 juta.

SEMARANG- Seorang residivis kasus penganiayaan diringkus petugas Polsek Genuk saat bertransaksi sabu-sabu. Ia dibekuk saat hendak mengambil paketan sabu-sbu di Jalan Woltermonginsidi, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang pada Senin (1/10/2018) lalu sekitar pukul 17.45.

Polsek Genuk merilis kasus transaksi sabu-sabu, Selasa(9/10/2018). Foto: metrojateng.com/Masrukhin Abduh

“Kami tangkap saat akan mengambil paket. Ia diketahui bertransaksi dengan seorang pengedar atau bandar yang saat ini sudah kami ketahui identitasnya dan masih kami kejar,” ujar Kapolsek Genuk Kompol Zaenul Arifin saat memberikan keterangan, Selasa (9/10/2018).

Tersangka bernama Andika Wibowo (33), warga Gabahan, Semarang Tengah itu ditangkap usai bertemu dengan penjual di depan sebuah rumah.

Zainul mengatakan, penangkapan tersebut bermula dari laporan seorang warga yang melihat gerak-gerik orang mencurigakan di drpan rumahnya. Andika dan penjual sabu-sabu yang masih dalam pengejaran polisi, terekam CCTV yang terpasang di depan rumah tempat bertransaksi.

“Itu kan di depan rumah warga, nah kebetulan dipasang CCTV, kemudian penghuni rumah itu melihat dan kemudian melapor kepada kami dan setelah cukup bukti kami lakukan penyergapan,” imbuh Zainul.

Saat ditangkap, Andika tengah membeli sabu-sabu dari seseorang sebanyak 1 gram dengan harga Rp 1 juta. Ia mengaku mengenal sabu-sabu saat ia masih di tahan di Lapas Kedungpane beberapa waktu lalu. Namun, anggota Polsek Genuk belum berhasil menangkap penjual.

“Keluar penjara baru 16 Agustus kemarin, dapat remisi, dihukum 11 bulan karena kasus penganiayaan. Saya juga kenal narkoba pas di dalam penjara, di Kedungpane,” kata Andika.

Andika dikenakan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) UU 35/2009 tentang Narkotika. (fen)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.