Baznas Ingin Penerima Rehab Rumah Jadi Pengusaha

Basnaz Kota Semarang juga berencana akan mulai membekali para penerima rehab RTLH dengan keterampilan dan enterpreneurship.

SEMARANG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Semarang telah berhasil merealisasikan rehab 135 unit Rumah Tak Layak Huni (TRLH) dari 175 unit yang dianggarkan pada tahun ini. Bahkan kini berencana membantu warga penerima rehab rumah untuk menjadi pengusaha.

Peresmian bedah rumah tak layak huni IRTLH) di Dusun Wonoyoso RT 7 RW 4, Kelurahan Wonoplumbon, Kecamatan Mijen, Sabtu (28/9/2019). Foto: metrojateng.com/masrukhin abduh

Terakhir Basnaz dan Pemkot Semarang meresmikan bedah rumah tak layak huni milik Ibu Lasmi yang berada di Dusun Wonoyoso RT 7 RW 4, Kelurahan Wonoplumbon, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Sabtu (28/9/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Baznas Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara mengatakan, pihaknya akan terus berupaya membantu Pemkot Semarang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan program bedah RTLH.

Namun tak hanya sekadar bedah rumah, Basnaz Kota Semarang juga berencana akan mulai membekali para penerima rehab RTLH dengan keterampilan dan enterpreneurship.

‘’Alhamdulillah, tahun ini Baznas Kota Semarang dibantu Kodim telah berhasil merealisasikan rehab 135 unit rumah. Program RTLH ini harapannya memang tidak hanya pembenahan fisik rumahnya, tetapi dalamnya juga kita benahi,” kata Arnas.

Ia menjelaskan, pihaknya berencana juga membangun Sumber Daya Manusia (SDM) atau penerima rehab rumah. Dengan cara memberi pelatihan-pelatihan, menggali potensi mereka, untuk kemudian dididik menjadi pengusaha pemula.

‘’Syukur-syukur Baznas bisa beri pinjaman tanpa bunga untuk modal usaha, bukan hibah, karena kalau hibah kan kurang dipertanggungjawabkan, sehingga kita mengusulkan pinjaman tanpa bunga untuk menunjang perekonomian penerima bedah RTLH ini,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi mengapresiasi langkah Baznas Kota Semarang untuk membekali warga kurang mampu penerima bedah RTLH.

“Saya mengapresiasi upaya Baznas, karena selama ini baznas membangun saja, tapi belum memikirkan jangka panjang penerima bantuan RTLH,’’ kata istri Wali Kota Semarang yang akrab disapa Tia yang juga hadir pada acara peresmian.

Dengan pelatihan-pelatihan yang rencananya akan dilakukan Baznas Kota Semarang, maka bisa membantu penerima rehab rumah dalam peningkatan ekonomi. Sehingga menurut Tia, sinergi antara Pemkot, Baznas, dan Tim Penggerak PKK akan benar-benar sangat membantu masyarakat untuk meningkatkan perekonomian.

Ia meyakini, jika Baznas mau ikut serta memberi pendampingan untuk menciptakan pengusaha pemula, maka pelatihan dan ketrampilan yang selama ini dilakukan pemerintah bisa lebih maksimal. Pemerintah tinggal membantu permodalan dan pemasaran.

“Sekarang kan sudah ada Kredit Wibawa, I Jus Melon, dan Short Course yang jadi program unggulan di Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, tinggal masyarakat memanfaatkannya dengan baik,” tandasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.