Bawaslu Waspadai Timses yang Mobilisasi Kepala Desa

Peluang untuk menggoda para kades jelas terbuka lebar merujuk pada Pilkada serental 2018.

SEMARANG- Ketua Bawaslu Jawa Tengah, Fajar Subkhi meminta kepada desa agar mewaspadai gerakan tim sukses Capres-Cawapres RI 2019. Pasalnya, kades rawan untuk digaet timses dalam kampanye, karena faktor ketokohan di masyarakat desanya yang bisa disalahgunakan untuk meraup dukungan.

Ketua Bawaslu Jateng, Fajar Saka. Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto

“Jika mengacu pada Pilgub Jateng 2018, masih terjadi ada ASN maupun kades yang tidak netral. Dalam konteks Pemilu 2019 yang bersamaan Pilpres dan Pileg dengan jumlah kandidatnya banyak sekali, peluang untuk menggoda para kades jelas terbuka lebar,” ungkap Fajar, usai menggelar evaluasi penyelenggaraan Pilkada 2018, di Hotel Patra Jasa Semarang, Senin (24/9/2018).

Fajar tengah memperketat pengawasan terhadap sejumlah kepala daerah yang memiliki kedudukan ganda sebagai pimpinan parpol. Menurutnya posisi ganda kepala daerah berpotensi muncul tindakan penyalahgunaan fasilitas negara untuk dimanfaatkan sebagai alat kampanye.

“Termasuk kades dan perangkatnya. Posisi mereka rawan dimobilisasi,” tegasnya.

Ia meminta kepada setiap kades maupun kepala daerah yang berniat ikut kampanye Pilpres supaya jauh-jauh hari mengajukan cuti kerja. Ia juga mengimbau kepada kepala daerah yang memimpin parpol supaya tidak menggunakan fasilitas negara dan memobilitasi ASN.

“Formulir cuti akan diberikan oleh Kemenagri dan tembusannya sampai ke Bawaslu,” bebernya.

Pihaknya mengingatkan kepada kades yang tepergok kampanye maupun ikut mendukung salah satu capres-cawapres akan ditindak tegas. Penindakan dilakukan berbagai tahap mulai sanksi ringan, sedang hingga pemecatan.

“Kami akan mengeluarkan rekomendasi pemecatan bila kades tersebut melakukan pelanggaran berat,” tandasnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.