Bawaslu Temukan 1.075 APK Menyalahi Aturan

Ribuan alat peraga yang diduga melanggar aturan itu hasil inventarisasi.

SEMARANG- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang menemukan sebanyak 1.075 alat peraga kampanye (APK) yang melanggar peraturan. Pihaknya akan berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk segera melakukan penertiban.

Penertiban APK di Kota Solo, Jumat (21/9/2018). Foto: metrojateng.com

“Kita tengah menginventarisasi alat peraga kampanye yang menyalahi aturan. Seperti pemasangan di tiang listrik, melintang di jalan, dan pemasangan di pohon,” kata Komisioner Bawaslu Kota Semarang, Arif Rahman, Rabu (7/11/2018).

Pihaknya melakukan hal tersebut sesuai dengan Peraturan Wali Kota Semarang Nomer 65 Tahun 2018 tentang pemasangan atribut organisasi kemasyarakatan atau atribut partai politik dan APK di Kota Semarang.

“Masa kampanye sudah dimulai sejak tanggal 23 September 2018 lalu, tapi ribuan alat peraga yang diduga melanggar aturan itu hasil inventarisasi yang dilakukan pada tanggal 25 Oktober-26 Oktober,” ujarnya.

Temuan pemasangan APK yang diduga melanggar tersebut, pihaknya tengah tengah berkordinas dengan KPU Kota Semarang dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang untuk segera melakukan penertiban.

“Rencananya awal bulan November ini akan mulai dilakukan penertiban. Kami akan lakukan secara bertahap sebanyak 6 tahap secara berkala sampai akhir masa kampanye nanti,” ungkapnya.

Pihaknya menghimbau baik kepada organisasi atau partai politik maupun peserta pemilu, untuk bisa melakukan pembersihan terlebih dahulu sebelumnya pihak terjun membersihkan. Hal itu sebagai bentuk komitmen menaati aturan kampanye yang ada. (duh)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.