Bawaslu Sukoharjo Temukan Ribuan DPT Bermasalah

Beberapa penyebabnya antara lain belum melakukan perekaman e-KTP, dan sudah terdaftar di e-KTP tetapi belum masuk di DPT.

SUKOHARJOBadan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sukoharjo menemukan ribuan Daftar Pemilih Tetap (DPT) bermasalah. Penyebabnya masih banyak pemilih yang belum mengurus e-KTP.

Proses pelipatan surat suara di Sukoharjo. Foto: metrojateng.com

Komisioner Divisi Data Hukum dan Informasi Bawaslu Sukoharjo, Muladi Wibowo mengatakan, jumlah DPT yang bermasalah yakni 5.018 yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Sukoharjo.

Beberapa penyebabnya antara lain belum melakukan perekaman e-KTP, dan sudah terdaftar di e-KTP tetapi belum masuk di DPT. Adapun beberapa penyebab masyarakat tidak merekam data e-KTP, seperti sudah meninggal namun tidak melaporkan.

“Ada juga yang sudah pindah domisili, namun tidak melaporkan ke Instansi terkait,” katanya, Jumat (22/3/2019).

Menurut data kependudukan, wajib e-KTP, DPTHP-2, dan DPTb, dari 12 Kecamatan, selisih DPT paling banyak berada di Kecamatan Kartasura dan Grogol. Sementara itu di Kabupaten Sukoharjo tidak ditemukan adanya Warga Negara Asing (WNA) yang masuk dalam DPT.

Untuk pemilih pemula yang masih duduk di bangku SMA/sederajat yang belum merekam data e-KTP tetap bisa menggunakan hak pilihnya dengan membawa Surat Keterangan (Suket) pengganti e-KTP.

“Saya harap KPU Sukoharjo segera berkoordinasi dengan Disdukcapil Kabupaten Sukoharjo untuk singkronisasi data pemilih yang masih bermasalah,” tutupnya. (MJ-28)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.