Bawaslu Segera Periksa Ganjar Terkait Dugaan Penyalahgunaan Fasilitas Negara

Sebanyak 31 kepala daerah, dikumpulkan untuk mendukung salah satu pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (metrojateng.com)

SEMARANG – Setelah menginisiasi acara deklarasi Jokowi-Ma’ruf dengan mengumpulkan 31 kepala daerah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bakal menjalani pemeriksaan di Kantor Bawaslu Jateng.

Koordinator Divisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Jateng, Sri Wahyu Ananingsih mengatakan Ganjar mendapat surat panggilan untuk dimintai klarifikasi ihwal kasus itu pada 18 Februari pekan depan.

“Minggu depan, 18 Februari 2019, kami jadwalkan Pak Ganjar untuk memenuhi panggilan klarifikasi, surat sudah kami layangkan kepada yang bersangkutan,” kata Ana panggilan akrabnya, Selasa (12/2/2019).

Tahapan pemanggilan klarifikasi demi menindaklanjuti laporan yang disampaikan oleh kubu Prabowo-Sandi. Timses Prabowo-Sandi, kata dia,  melaporkan adanya dugaan pelanggaran dengan mengumpulkan 31 kepala daerah yang menguntungkan pasangan Jokowi-Ma’ruf.

Pihaknya sudah memerintahkan memanggil klarifikasi Bawaslu Kabupaten/kota masing-masing untuk mengusut kasus pelanggaran tersebut.

Dugaan pelanggaran sementara, Ganjar dan para kepala daerah pro Jokowi-Ma’ruf pelanggaran penyalahgunaan fasilitas negara.

“Kami masih telusuri juga keterlibatan penggunaan fasilitas negara,” paparnya.

Divisi Koordinator Humas dan Hubungan Antar Lembaga, M Rofiuddin mengaku semua kepala daerah yang hadir di Solo sudah dilakukan pemanggilan klarifikasi. Nantinya hasil dilaporkan Bawaslu Jateng untuk dikaji.

“Ada yang datang memenuhi panggilan di antaranya Wakil Wali Kota Semarang, Bupati dan Wakil Bupati Semarang, Bupati dan Wakil Bupati Banyumas. Semua pertanyaan yang dilontarkan seputar soal acara deklarasi dukungan ke salah satu Capres di Solo itu,” tegasnya. (far)

 

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.