Bawaslu Kendal Tertibkan Alat Peraga Kampanye di Angkutan Umum

Penertiban ini akan dilakukan selama dua hari berturut-turut. 

KENDAL – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kendal mencopot alat peraga kampanye yang dipasang di angkutan umum, Kamis (3/1/2019). Penertiban APK ini menyasar beberapa lokasi di Kecamatan Weleri, Rowosari, Pegandon, Cepiring, Kendal kota dan Kaliwungu.

Penertiban APK di angkutan umum di Kabupaten Kendal. Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Wahyudi, salah satu sopir angkutan kecamatan Weleri mengatakan bahwa dirinya dan rekan sopir lainnya tidak mengetahui bahwa angkutan umum dilarang untuk dipasangi APK. Dia hanya diajak temannya untuk memasang APK tersebut kemudian diberi uang sebagai imbalan.

“Ada yang mengkoordinir untuk dipasang itu, kemudian kami diberi imbalan sebesar 100 ribu rupiah, itu aja masih dipotong lima ribu untuk koordinatornya,” katanya.

“Kami hanya dibayar untuk dipasangi itu (APK) dan perjanjiannya itu 100 ribu tiap bulan, namun sudah hampir dua bulan juga tidak mendapat uang perpanjangan,” tuturnya

Penertiban APK ini menyasar di beberapa lokasi biasa para angkutan umum menunggu penumpang di Kecamatan Weleri, Rowosari, Pegandon, Cepiring, Kendal kota dan Kaliwungu.

Di terminal Weleri, Bawaslu Kendal menemukan puluhan angkutan umum berbagai jurusan terpasang APK calon presiden pada kaca belakang angkutan tersebut. Bawaslu pun langsung meminta agar para sopir angkutan umum untuk melepaskan atribut kampanye tersebut.

Ketua Bawaslu Kendal, Odilia Amy Wardayani mengatakan bahwa pelarangan APK di angkutan umum itu diatur dalam PKPU Nomor 23 tahun 2018.

“Hal itu bentuk tindak lanjut dari surat Edaran dari Bawaslu RI tentang pelarangan pemasangan APK di angkutan umum ataupun kendaraan dinas milik pemerintah. Oleh karena itu hari ini kami dibantu Dishub dan Satpol PP melakukan penertiban,” jelasnya.

Dari data yang ia peroleh, ada sebanyak 61 angkutan umum di Kabupaten Kendal yang digunakan sebagai tempat menempel APK. Dia menambahkan, penertiban ini akan dilakukan selama dua hari berturut-turut. 

“Sebelumnya kami telah memperingatkan para tim sukses agar melepas APK tersebut, dan dishub juga telah memperingatkan para sopir untuk melepas, namun karena tidak segera dilepas, maka kami lakukan penertiban,” pungkasnya. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.