Batik ‘Dua Jari’ Bikinan Wong Solo Diminati hingga Australia

Batik yang didominasi warna biru muda tersebut dikombinasikan dengan motif klasik yakni motif Truntum.

SOLO – Momentum Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk meraup keuntungan. Salah satunya pengusaha batik asal Laweyan, Gunawan Muhammad Nizar yang membuat inovasi dengan batik bermotif dua jari. 

Gunawan memamerkan batik ‘dua jari’ hasil karyanya. Foto: metrojateng.com

Pemilik gerai Batik Putra Laweyan ini mengaku terinspirasi membuat motif batik dua jari tersebut setelah dikunjungi Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno di Kampung Batik Laweyan beberapa waktu lalu. Batik yang didominasi warna biru muda tersebut dikombinasikan dengan motif klasik yakni motif Truntum.

“Untuk isiannya kita menggunakan motif truntum,” kata Gunawan saat ditemui, Jumat (8/3/2019).

Menurut Gunawan, simbol dua jari yang digunakan oleh paslon nomor urut 02 tersebut mencerminkan simbol kemenangan. Ia mengatakan batik motif dua jari tidak hanya untuk produksi saat Pilpres saja.

Gunawan mengatakan ia tidak membuat printing batik dan hanya memproduksi dalam bentuk batik tulis kombinasi cap. Menurutnya printing bukanlah batik asli melainkan batik palsu atau kain motif batik.

Saat ini batik motif dua jari sudah banyak peminat, mulai dari Jakarta, Batam, Surabaya sampai Australia. Awalnya, Gunawan hanya membuat 200 potong dengan model baju kemeja dan kain.

“Banyak yang sudah pesan bahkan ada yang dari Australia yang memesan untuk outer ibu-ibu tapi kami belum bisa membuat,” tutupnya. (MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.