Basmi Hama Tikus, Petani Babalan Manfaatkan Burung Hantu

image

PATI – Untuk memerangi tikus yang kerap merusak tanaman padi disawah, petani di Desa Babalan Kecamatan Gabus Kabupaten Pati, memiliki cara jitu. Yakni dengan mengembangbiakkan burung hantu. Semakin banyak populasi burung tersebut, maka populasi tikus yang sering menyerang lahan  persawahan milik petani diharapkan menurun drastis.

Petani Desa Babalan, Parlan, menyampaikan, petani di Desa Babalan, kini tak lagi menggunakan cara gropyokan untuk membasmi tikus. Melainkan dengan cara mengembangbiakkan burung hantu.

Untuk menangkarkan hewan predator tikus ini, Parlan menyatakan, petani membuat kandang seluas 10 meter persegi. Di dalam kandang, diletakkan kotak tempat bertelur burung betina.

“Indukan yang dipakai diambil dari alam bebas,” terang Parlan, Selasa (1/3/2016). 

Disampaikan Parlan, penangkaran secara intensif ini, sedikitnya 30 ekor anakan burung hantu dapat diperoleh setiap bulannya. Selanjutnya, anakan yang sudah berumur lima bulan diletakkan di kandang terbuka di dekat sawah-sawah atau yang dikenal dengan nama rubuha.

“Ide ini meniru kerberhasilan petani di Kecamatan Guntur Kabupaten Demak dalam membasmi hama tikus menggunakan burung hantu. Kemudian kami mengikuti cara tersebut,” kata Parlan. 

Parlan menambahkan, sebelum memulai membuat penangkaran, petani di Desa Babalan melakukan study banding. Pulang dari mencari ilmu itu, petani Desa Babalan berhasil dibangun sebuah kandang penangkaran burung hantu.

“Untuk mendapatkan populasi burung hantu yang memadai dalam satu desa, diperkirakan memerlukan waktu satu tahun,” terang Parlan. 

Selain efisien, metode burung hantu ini telah terbukti berhasil menekan populasi tikus sawah. Setiap ekor burung, sedikitnya memangsa enam ekor tikus sawah setiap malam. Para petani pun kini tidak perlu was-was akan serangan hama tikus yang mendadak dan cepat. (Oby)

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

20 − 16 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.