Baru Tiga Bulan Bebas, Danar Kembali Mendekam 

Tak tampak wajah menyesal, padahal ia harus meninggalkan istrinya yang saat ini sedang mengandung tiga bulan.

 

SEMARANG – Baru tiga bulan keluar dari penjara terkait kasus pengeroyokan, Danar Prasetyo (25), harus kembali berurusan dengan polisi. Kali ini ia dibekuk karena terlibat kasus pembegalan di Jalan Untung Suropati, Mijen pada 19 November 2019 lalu.

 

Sehari-hari, Danar bekerja sebagai “polisi cepek” atau pemandu persimpangan jalan di daerah Ngaliyan. Tak tampak wajah menyesal, padahal ia harus meninggalkan istrinya yang saat ini sedang mengandung tiga bulan.

 

Danar adalah salah satu dari tiga tersangka kasus pembegalan yang dibekuk oleh tim Reskrim Polsek Mijen.

 

Rupanya, pembegalan ini yang kedua kalinya dilakukan Danar. Beberapa waktu lalu ia juga mengaku pernah melakukan aksi kejahatan serupa di daerah Mangkang, Tugu.

 

Alasan Danar melakukan aksi pembegalan untuk penghasilan tambahan. Lalu uang hasil kejahatannya digunakan untuk berfoya-foya.

 

“Ya buat tambahan penghasilan. Kalau dulu yang di Mangkang saya buat minum (miras) sama karaoke,” kata Danar di Mapolsek Mijen, Selasa (22/1/2019).

 

Aksi pembegalan terakhir dilakukan Danar bersama tiga rekannya. Ketiganya yakni Febri Marliano Putra (20), warga Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Muhamad Riziq Zidan Syahniar warga Mangkang Wetan, serta pria berinisial A yang kini masih menjadi buron.

 

Dia bersama komplotannya itu mengaku tak merencanakan aksi kejahatan tersebut. Keempatnya bahkan usai menjenguk rekannya yang sedang sakit di RSUP Dr Kariadi. Bukannya pulang, mereka malah minum miras jenis ciu bersama-sama.
Dalam kondisi mabuk, keempatnya lantas berjalan mengendari motor ke arah Mijen. Sesampainya di Jalan Untung Suropati, tepatnya di dekat TPA Jatibarang, mereka berdalih emosi karena disalip oleh seorang pengendara sepeda motor yakni Handrianus Mahendra Sutarno (32). Mereka kemudian mengejarnya.
Hampir sampai kawasan perkampungan, Handrianus terkejar oleh komplotan Danar dan langsung ditendang di bagian belakang sepeda motornya. Korban tersungkur ke dalam parit. Ia ketakutan kemudian bersembunyi di semak-semak. Sedangkan para tersangka berusaha menarik sepeda motor Vega milik korban ke jalan.

 

Saat mereka berusaha menaikkan sepeda motor milik Handrianus, seorang pengendara lain, Heru Setiawan (22), warga Gentan Kidul, Boja, Kendal melintas dari arah berlawanan. Secara tiba-tiba, Danar mengambil sebongkah batu dan melemparkannya hingga terkena tepat di muka Heru.
Heru saat itu terjatuh dan mengalami luka cukup serius di bagian kepala hingga ia harus dilarikan ke rumah sakit. Komplotan danar saat itu langsung membawa kabur motor Honda Vario berpelat nomor B 3318 FLH serta handphone milik Heru.

 

“Kami kabur, kemudian sepeda motor Vario hasil rampasan kami jual Rp 1 juta, sebelumnya kami ganti warna dulu,” kata Danar. (fen)

 

 

 

 

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.