Barang Elektronik Dominasi Penyaluran Kredit Spektra

Spektra pada akhir tahun ini terus menggenjot penyaluran pembiayaan

SEMARANG- Penjualan barang elektronik memberikan sumbangan terbesar pada penyaluran kredit Spektra. Kondisi itu berdasarkan dari realisasi pameran yang digelar perusahaan pembiayaan tersebut bersama mitra.

Sejumlah pengunjung memadati stan elektronik dan gadget pada pameran Spektra Meriah Nusantara di Java Mall Semarang, Kamis (10/10/2018). Foto: metrojateng.com/Anggun Puspita

Marketing Head Spektra Jateng I, Waluyo Hadi Pranoto mengatakan, dari pameran yang pihaknya gelar pada bulan Maret dan Oktober 2018 ini penyaluran kredit 80 persen disumbang dari penjualan elektronik.

“Elektronik itu meliputi televisi, lemari es, mesin cuci. Sedangkan, penyumbang lainnya seperti ponsel dan springbed,” ungkapnya di sela pameran Spektra Meriah Nusantara di Java Mall Semarang, Kamis (10/10/2018).

Spektra pada akhir tahun ini terus menggenjot penyaluran pembiayaan. Seperti dalam pameran yang digelar 4-14 Oktober ini, perusahaan tersebut menargetkan dapat menyalurkan pembiayaan hingga Rp 8 miliar dari penjualan berbagai produk baik elektronik, gadget, springbed, hingga sepeda gunung.

Menurut Waluyo, melalui acara pameran dan promo yang diberikan pihaknya mampu menarik konsumen untuk berbelanja. Hal itu tampak dari realisasi pameran yang diselenggarakan selama beberapa tahun belakangan.

“Empat kali pameran Spektra Meriah Nusantara yang digelar di Semarang terus mengalami peningkatan pembiayaan dari Rp 2 miliar meningkat Rp 3 miliar dan Maret 2018 mencapai Rp 4,2 miliar,” tuturnya.

Dalam pameran ini, Spektra memberikan promo spesial berupa pembelian dua barang cukup dengan bayar Rp 49 ribu serta melalui proses yang mudah langsung disetujui.

Tak hanya itu, pengujung juga berkesempatan mendapatkan hadiah langsung di setiap transaksi serta pengundian doorprize berupa emas 1 gram setiap harinya dengan total 10 gram emas.

Untuk pencapaian pendanaan Spektra di Semarang sampai Agustus 2018 mencapai 77 persen dari target tahun ini Rp 60 miliar dan diprediksi sampai akhir tahun akan mencapai 90 persen sampai 93 persen. (ang).

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.