‘Banyumas Berdonor’, Upaya Atasi Krisis Stok Darah

*Sinergi PMI dan Pemkab Banyumas

– BANYUMAS BERDONOR- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Banyumas menggelar aksi ‘Banyumas Berdonor’ sebagai upaya atasi krisis stok darah. Foto : ist/metrojateng.com

PURWOKERTO- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Banyumas, berusaha mengatasi kritis stok darah. Pasalnya, kondisi stok darah terus menipis seiring kebutuhan yang meningkat di masa pandemi covid-19.

Ketua PMI Cabang Banyumas, Sadewo Tri Lastiono mengatakan, sampai saat ini Unit Transfusi darah PMI cabang Banyumas mengalami devisit sekitar 400 kantong. Kondisi tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga pasca Idul Fitri.

“Sejak pandemi covid-19, kebutuhan darah di PMI terus mengalami kenaikan. Sedangkan jumlah donor darah sukarela (DDS) yang ada terus menurun lantaran banyak yang menunda untuk mendonorkan darahnya,” katanya, Senin (29/1/2021).

Terpisah, Bupati Banyumas, Achmad Husein menuturkan, untuk mengatasi devisit darah tersebut, Pemkab Banyumas terus mendorong masyarakat untuk mendonorkan darahnya di PMI. Pemerintah bersama PMI bahkan terus aktif menggelar aksi ‘Banyumas Berdonor’, yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk ASN, dan TNI/Polri.

“Melalui ‘Banyumas Berdonor’, diharapkan akan menggairahkan semangat berdonor membantu sesama,” ujar Achmad Husein.

Dalam program ‘Banyumas Berdonor’, nantinya di upayakan agar tiada hari tanpa ada donor
darah. Kegiatan tersebut akan terus dilakukan sampai batas waktu yang
belum ditentukan.

“Pokoknya sampai stok darah di Banyumas aman,” tambah Ketua PMI Cabang Banyumas, Sadewo.

Sementara, stok darah di PMI Banyumas akan aman jika setiap hari tersedia stok sebanyak 1.200 kantong darah.(bin)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.