Banyak Siswi SMP Belum Paham Pelecehan Seksual

Pelaku pelecehan seksual terhadap anak tidak hanya berasal dari pihak luar. Bisa saja dilakukan oleh keluarganya sendiri bahkan guru di sekolah.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) dan LSM LRC-KJHM Semarang mensosialisasikan tema pelecehan seksual di SMP Kesatrian 1 Semarang, Senin (7/1/2019). Foto: dokumentasi

 

SEMARANG – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) bekerja sama dengan LSM LRC-KJHM Semarang mengadakan sosialisasi dengan tema “Pencegahan Pelecehan Seksual Pada Siswi SMP”. Pelecehan seksual dinilai merupakan fenomena yang bisa saja terjadi di lingkungan sekitar dan perlu diwaspadai.

Staff Divisi Bantuan Hukum LSM LRC-KJHM Semarang, Santi Rahayu mengatakan, banyak anak-anak usia SMP masih belum paham mengenai tindak pelecehan seksual. Hal tersebut membuat orang tua kesulitan dalam mengawal anaknya.

Dia menjelaskan, secara umum, pelecehan seksual pada anak merupakan segala bentuk kontak seksual antara orang dewasa kepada siapapun yang berumur di bawah 15 tahun.

Selain itu, pelecehan seksual pada anak dapat terjadi jika salah satu pelakunya lebih tua atau lebih dominan. Kriteria kedua ini tanpa melihat seberapa tua usia para pelakunya.

“Pelaku pelecehan seksual pada anak tidak hanya berasal dari pihak luar. Namun banyak juga pihak dari keluarga sendiri yang menjadi pelakunya. Hal ini terjadi karena adanya anak dibujuk, dipaksa atau diancam,” katanya di SMP Kesatrian 1 Semarang, Senin (7/1/2019).

Dia menyebutkan bahayanya efek pelecehan seksual yang bisa membuat korban mengalami stres berat. Dampak stres ini memengaruhi tumbuh kembang dan membuat anak menjadi tidak mau merawat diri. (ade)

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.