Bankirpemberdaya BTPN Syariah Angkat Ekonomi Masyarakat Pra-Sejahtera Di Era Pandemi

Ayaman Plastik- Purwanti bersama anggotnya tengah membuat keranjang belanja dari anyaman plastik dengan pendampingan tim bankirpemberdaya BTPN Syariah sehingga mampu meningkatkan ekonomi kelompok nya di Kelurahan Tandang Semarng. (tya)

 

SEMARANG, METROJATENG.COM – Pandemi  Covid-19 memberikan dampak yang sangat besar bagi perekonomian. Banyak usaha kecil menengah terpuruk akibat pandemi, melihat kondisi ini PT BTPN Syariah melalui bankirpemberdaya muda bekerjakeras untuk membangkitkan kembali ekonomi masyarakat pra-sejahtera dengan memberikan pembiayaan tanpa jaminan guna meningkatkan perekonomiannya.

BTPN Syariah sebagai bank umum syariah pertama, di era pandemi tetap fokus untuk mengangkat ekonomi masyarakat prasejahtera dengan menghimpun dana dari keluarga sejahtera dan menyalurkan kepada keluarga prasejahtera produktif sejak tahun 2010. Melalui  para bankirpemberdaya yaitu profesional bankers yang handal dan tangguh, berupaya keras memberdayakan keluarga prasejahtera produktif dengan memberikan berbagai pelatihan untuk mewujudkan mimpi keluarga prasejahtera.

Kerja keras yang dilakukan para bankirpemberdaya ini dalam menumbuhkan perekonomian keluarga prasejahtera  banyak membuahkan hasil. Pasangan suami istri Purwanto dan Purwanti misalnya sangat bersyukur bisa bertemu dengan Yulianto, laki berubuh tinggi besar yang menjadi Distrubution Head 2 BTPN Syariah wilayah Jateng,DIY dan Kalimantan.

Pertemuan Purwanti dengan Yulianto ini memberikan banyak sekali keberkahan, karena dari pertemuan tersebut, sekitar tahun 2016, Purwanti mendapatkan bantuan modal untuk membesarkan usaha ayaman plastik dari bahan baku daur ulang yang mudah didapat yang disulap menjadi keranjang belanja dan tas-tas cantik yang memiliki nilai jual cukup bagus. Berkat bantuan modal dari BTPN Syairah ini Purwanti berhasil mengembangkan usahanya, bahkan kewalahan dalam melayani permintaan pasar.

“Awalnya saya hanya mendapat bantuan dari BTPN Syairah Rp 2 juta. Dari modal tersebut saya membuat kranjang belanja dan dipasarkan ke beberapa pasar tradisonal. Alhamdulilah Usaha saya ini berkembang baik berkat pinjaman modal tanpa jaminan dari BTPN Syariah. Sampai saat ini saya sudah 6 kali mendapat pinjaman modal dan terakhir mendapat pinjaman Rp 49 jutqa. Semua penjaman tersebut tanpa jaminan,” tutur Purwanti uang mengaku sudah dapat membeli beberapa rumah dan mobil bekas untuk kelancaran usahanya.

Keberhasilan Purwanti ini tidak terlepas dari semangat para bankirpemberdaya dalam melakukan pendampingan dengan memberikan pelatihan dan pengelolaan keuangan yang baik kepda para nasabahnya, yakni keluarga prasejahtera. Para bankirpemberdaya muda ini menurut Yulianto tidak hanya memberikan modal saja, tetapi juga melakukan pendampingan dan pelayanan dalam memulai usaha dan mengembangkan serta ikut memantu memasarkan produk yang dihasilkan melalui program “ Tepat Pembiayaan Syariah,”. 

Ditambahkan Wahyu Sri Utami, Bisnis Coah Semarang 2 BTPN Syariah, semua pertumbuhan nasabah tersebut adalah upaya dari ketangguhan para bankirpemberdaya atau lebih dikenal dengan  Community Officer (CO) yaitu  bankir yang memberikan pemberdayaan dan pelayanan kepada perempuan keluarga prasejahtera produktif. Mereka adalah para perempuan-perempuan muda yang tangguh, memiliki semangat mengisi bakti untuk negeri, tak gentar terhadap rintangan  dan  mampu menelusuri setiap sudut perjalanaan di penjuru Semarang untuk mendampingi dan melayani sepenuh hati para perempuan keluarga prasejahtera produktif .

Maju Bersama- Sulastri warga desa Tambaksari Cepiring Kendal, didampingi Wahyu Sri utami Business coach jateng 2 dan Yulianto – Distribution head 2 area jateng dan kalimantan BTPN Syariah, memperlihatkan bandeng presto hasil produksinya yang di pasarkn Hingg Wonosobo dan Temanggung Berkat bantun model dari BTPN Syariah. (tya)

 

“Sosok mereka juga menjadi role model dalam membangun perilaku unggul  nasabah, yaitu Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS). Dari peran mereka itulah, muncul sosok nasabah inspiratif kami salah satunya adalah Ibu Sulastri dengan usaha ikan bandengnya.  

Sulastri, warga dea Cepiring Kendal  yang dulu hanya berjualan ikan pindang tongkol, berkat pertemuannya dengan bankirpemberdaya  sentra Tambaksari, Heny   ia kini menjadi pengusaha  bandeng presto. Setiap hari ia menjual sekitar 150 kg bandeng presto  di Wonosobo dn Temanggung.

“Berkat bantuan model dari BTPN Syariah, Saya sudh memiliki mobil sendiri untuk mengngkut bandeng presto ke pasar -pasar. Terimakasih BTPN Syariah,” tutur Sulastri .

Semangat para bankirpemberdaya kami dalam menghimpun dana dan membuka akses pembiayaan sama seperti semangat cita-cita luhur dari Pancasila untuk senantiasa bertindak menjadi bangsa yang tangguh bersatu dalam menggerakan ekonomi mewujudkan kehidupan yang sejahtera sesuai dengan sila kelima,” ungkapnya.

Dijelaskan Wahyu sistem Keanggotaan  nasabah dikelompokkan dalam satu sentra yang anggotanya dipilih sendiri oleh nasabah, dipimpin oleh Ketua Setra yang dipilih oleh anggota sentra. Misalnya Sentra ayaman plastic di kelurahan Taandang Semarang dipimpin oleh ibu Purwanti yang memiliki 22 anggota.  Setiap sentra akan didampingi oleh petugas lapangan terlatih CO.

“ Secara rutin CO kami melayani dan memberikan pendampingan kepada nasabah dengan cara bertemu di tempat-tempat nasabah 2 minggu sekali, untuk membahas keanggotaan serta kendala-kendala-kendalai yang dialami para nasabah dalam mengembangkan usahanya,” jelas Wahyu.

Ditambahkan seorang CO bisanya membawahi 20-25 sentra dengan jumlah nasabah sekitar 300 orang. Hampir 100 persen CO, karena nasabah yang dilayani 100 persen juga perempuan. Para CO ini bertugas untuk memberikan pendampingan, memberikan konsultasi,  pelatihan ketrampilan serta kesehatan.

“Adanya pendampingan tersebut nasabah sangat senang, karena mendapatkan pembelajaran yang sangat bagus dalam bermasyarakat dan saling membantu bila ada anggotanya mendapat kesulitan. Adanya semangat kerjasama yang baik pembayaran modal pinjaman sangat bagus dan lancar, mengingat bila ada anggiota yang belum dapat membayar pinjaman kelompok tersebut akan saling membantu,” jelas Wahyu.

Hingga kuartal I  tahun 2021  di Semarang dan sekitarnya   kurang lebih 230 Ribu perempuan keluarga prasejahtera produktif yang dilayani program “Tepat Pembiayaan Syariah” dari  BTPN Syariah. Adapun nilai pembiayaan yang disalukan  mencapai  Rp 701 Miliar.

Pembiayaan ini disalurkan oleh para CO dengan tekat untuk mengangat perekonimian masyarakat prasejahtera untuk terus maju  dan tumbuh bersama. Para CO yang tangguh ini ini sebelumnya sudah mendapatkan pembekalan dari BTPN Syariah sehinga mereka menjalankan tugasnya dengan professional . (tya)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.