Bank Mandiri Bidik Generasi Milenial untuk Penyaluran KPR

Kami membidik nasabah milenial pada rentang usia 25-45 tahun untuk memanfaatkan program ini.

SEMARANG- Bank Mandiri membidik generasi milenial dalam penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR). Tidak hanya menawarkan bunga ringan, bank BUMN itu juga memberikan jangka waktu yang panjang dalam angsuran kredit.

Pengunjung dari generasi milenial sedang mengunjungi salah satu stan pengembang perumahan di Property Expo Semarang 10 di Mal Paragon, Jumat (30/11/2018). Foto: metrojateng.com/Anggun Puspita

Vice President Regional Transaction & Consumer Head Bank Mandiri Region VII/Jawa 2, Andrea Rivelino mengatakan, melalui KPR Milenial pihaknya ingin memudahkan generasi milenial untuk memiliki tempat tinggal.

“Kami membidik nasabah milenial pada rentang usia 25-45 tahun untuk memanfaatkan program ini. Sebab, banyak kemudahan yang kami berikan kepada mereka melalui pembiayaan kepemilikan rumah,” katanya di pembukaan Property Expo Semarang 10 di Mal Paragon, Jumat (30/11/2018).

Adapun, pada program KPR Milenial Bank Mandiri menawarkan jangka waktu angsuran yang panjang hingga 25 tahun dan suku bunga 6,5 persen pada cicilan lima tahun pertama.

“Melalui program ini kami berharap mereka bisa memiliki rumah pada usia produktif. Mereka bisa menyisihkan sebagian penghasilannya untuk kebutuhan pokok tersebut. Kami juga sekaligus mengedukasi agar mereka lebih bijak dalam pengelolaan uang,” jelas Andrea.

Melalui sinergi dengan para pengembang perumahan yang tergabung di DPD REI Jateng, pada PES 10 ini Bank Mandiri menargetkan bisa menyalurkan pembiayaan KPR mencapai Rp
30 miliar.

“Melalui partisipasi kami dalam pameran ini dan meluncurkan KPR Milenial, kami berharap target penyaluran KPR tahun ini bisa tercapai,” tuturnya.

Tahun 2018 ini Bank Mandiri menargetkan dapat menyalurkan KPR mencapai Rp 1,2 triliun. Sedangkan, hingga sekarang kredit yang sudah disalurkan mencapai Rp 726 miliar.

Sementara, Wakil Ketua REI Jateng Bidang Pertanahan, Wibowo Tedjosukmono menyampaikan, pada pameran terakhir di tahun 2018 ini pihaknya menargetkan transaksi bisa mencapai Rp 50 miliar.

“Melihat realisasi penjualan rumah pada pameran sebelumnya yang mencapai Rp 40 miliar, maka pada pameran terakhir ini kami optimistis penjualan akan meningkat. Apalagi, berdasarkan tren penjualan rumah di akhir tahun biasanya lebih baik dibandingkan periode lainnya,” katanya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.