Bank Indonesia Kenalkan Sistem Pembayaran QRIS

Fungsi QRIS dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi pembayaran elektronik di Indonesia. 

SEMARANG – Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) mengembangkan QR Code Pembayaran, QR Code Indonesian Standard (QRIS). Inovasi teknologi itu digunakan untuk sistem pembayaran di Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jateng, Soekowardojo menjelaskan tentang QR Code Pembayaran, QR Code Indonesian Standard (QRIS). Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Fungsi QRIS dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi pembayaran elektronik di Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jateng, Soekowardojo mengatakan, pihaknya melihat cara pembayaran melalui QR Code ini bermanfaat untuk mendorong efisiensi perekonomian, mempercepat keuangan inklusif, dan memajukan UMKM.

“Selain itu, QR Code Payment merupakan salah satu bentuk digitalisasi retail payment bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang berizin dan semua bank. Transaksi QR code memiliki data yang lengkap, sehingga dapat dimanfaatkan perbankan untuk pengembangan bisnis secara digital lainnya,” ungkapnya.

Implementasi QRIS secara nasional dimulai pada 1 Januari 2020. PJSP diberikan masa transisi hingga 31 Desember 2019 untuk mengimplementasikan QRIS secara menyeluruh.

Sementara itu, dengan kondisi hampir seluruh masyarakat memiliki smartphone, ketika diberikan sosialisasi dan edukasi untuk mengunduh aplikasi QRIS diharapkan tidak terlalu sulit. Adapun, instrumen uang elektronik yang saat ini telah dapat menggunakan QRIS antara lain, Link Aja, BCA, CIMB Niaga, Danamon, Sinarmas, Permata Bank, Nobu, Bank DKI, Telkom Indonesia, Maybank, Bank Mega, OVO, Go Pay, Shoppee Pay, dan Dana.

“Kami diuntungkan dengan adanya penerapan bantuan pangan non tunai (BPNT). Dari tadinya transaksi uang elektronik rata-rata per bulan hanya Rp 5 miliar, sekarang menjadi Rp 200 miliar jadi meningkat cukup signifikan,” terang Soekowardojo.

Bagi yang belum mengetahui cara melakukan pembayaran menggunakan QRIS, pertama konsumen dapat memilih dan mengunduh aplikasi pembayaran yang terpasang pada ponsel. Selanjutnya, konsumen melakukan resgistrasi ke salah satu penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP) dan memastikan saldo tercukupi.

Melalui aplikasi, selanjutnya konsumen melakukan scan QRIS pada merchant, memasukan nominal transaksi, melakukan otorisasi transaksi, dan melakukan konfirmasi pembayaran kepada penyedia barang atau jasa.

“Sampai Juni 2019 di Jateng jumlah server atau account ada 2,4 juta, dengan jumlah nominal transaksi uang elektronik pada bulan Juni 2019 sekitar Rp 254,8 miliar,” pungkasnya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.