Banjir Bandang di Sidomukti Kendal Sisakan Lumpur Tebal

Selain curah hujan yang tinggi, banjir bandang ini akibat minimnya saluran pembuangan  sehingga air mengalir ke satu titik saja.

KENDAL – Hujan yang terus mengguyur sejak Selasa (5/2) malam hingga Rabu (6/2) pagi mengakibatkan banjir bandang di Desa Sidomukti Weleri Kendal. Banjir juga merendam sejumlah wilayah di Kota Kendal akibat luapan Sungai Kendal.

Genangan air akibat banjir bandang di Sidomukti Weleri Kendal, Rabu (6/2/2019). Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Sisa banjir bandang yang menerjang wilayah Sidomukti Weleri membuat lumpur mengendap di jalan kampung dan rumah warga. Rabu (6/2/2019) siang, warga mulai bergotong royong membersihkan sisa air bercampur lumpur.

Salah seorang warga, Suwati mengatakan banjir kali ini cukup besar dan air bercampur lumpur menggenangi permukiman.

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua RT 10 RW 1 Dukuh Pakis, Sudiyono, banjir bandang kali ini memang mengejutkan warga. ”Genangan air yang disertai lumpur secara tiba-tiba datang bak air bah dan menerjang delapan rumah,” ujar Sudiyono.

Dikatakan selain curah hujan yang tinggi, banjir bandang ini akibat minimnya saluran pembuangan  sehingga air mengalir ke satu titik saja.

Selain menerjang Sidomukti Weleri hujan yang terus menerus ini mengakibatkan Sungai Kendal kembali meluap. Akibatnya ratusan rumah sepanjang sungai Kendal kembali terendam banjir hingga ketinggian 50 centimeter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wiwit Andaryanto mengatakan banjir yang terjadi kali ini menerjang satu titik di Sidomukti dan sepanjang Sungai Kendal. ”Untuk wilayah Sidomukti karena saluran yang tidak berfungsi dan sudah ditangani pemerintah Kabupaten Kendal,” jelasnya.

Sedangkan untuk wilayah Kota Kendal, banjir diakibatkan Sungai kendal yang tidak bisa menampung debit air yang sangat banyak. Dalam bulan Februari 2019 saja wilayah kota Kendal sudah dilanda banjir dua kali akibat luapan Sungai Kendal ini. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.