Bangkai Heli Basarnas Dievakuasi dari TKP Kecelakaan

Anggota Basarnas menarik bangkai helikopter milik Basarnas yang menabrak tebing, Minggu (2/7).

TEMANGGUNG – Proses evakuasi bangkai helikopter Basarnas yang terlibat kecelakaan maut di tebing Gunung Butak, Canggal Candiroto, Temanggung, sore ini, Rabu (4/7), akhirnya membuahkan hasil.

Evakuasi dilakukan 15 tim khusus Basarnas dengan ‘merajang’ bangkai helikopter tipe Douhin itu menjadi beberapa potong.

Zulhawary Agustianto, Humas Basarnas Jateng mengatakan, para personel dibantu aparat TNI/Polri serta ratusan potensi SAR bahu-membahu memanggul potongan helikopter untuk dibawa turun gunung.

“Poses evakuasi dimulai pukul 07.00 WIB pagi tadi sampai berakhir pukul 15.00 WIB,” kata Zul kepada metrosemarang.com

Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan PT Dirgantara Indonesia, masih melakukan investigasi terhadap kecelakaan Helikopter di gunung Butak, desa Canggal, kecamatan Candiroto Kabupaten Temanggung.  

“Investigasi ini masih penting kita lakukan untuk mencari tahu apa penyebab terjadinya kecelakaan helikopter ini,” ujar Brigjen TNI (Mar) Ivan Ahmad Riski Titus, Direktur Operasi dan Pelatihan Basarnas, Selasa (4/7) sore.

Untuk mempermudah proses evakuasi, tim khusus Basarnas ‘merajang’ bangkai helikopter tipe Douhin itu menjadi beberapa potong.
?

 Serpihan-serpihan komponen helikopter yang dikumpulkan diantaranya berupa  mesin, tutup mesin, rotari hingga komponen utama. 

 Serpihan ini, kata Ivan, akan dikirim ke Basarnas kantor Surabaya untuk di rekonstruksi. Sedangkan bangkai badan  helikopter masih di biarkan di lokasi dan baru bisa di evakuasi pada Rabu, (5/7).

 Sementara itu, tim  KNKT akan membantu sepenuhnya untuk memberikan petunjuk apa yang harus dikerjakan pada tahap investigasi ini. Dari tim lainnya juga demikian dan hasilnya akan disampaikan oleh pusat.

 Selama investigasi, tim gabungan tidak menemui kendala yang berarti. “Walau sempat tertutup kabut, namun hal itu tidak menjadi kendala bagi tim dalam mengumpulkan data dan dokumen helikopter,” ujar Ivan.

 Yang mungkin  cukup menyulitkan, kata Ivan, nantinya saat menurunkan body pesawat. Hal itu dikarenakan lokasi  kecelakaan berada di atas perbukitan Butak yang terjal dan curam. Untuk mencapai titik ini petugas harus berjalan kaki dari Posko Desa Canggal kurang lebih selama 1 jam. 

 Sepeti diketahui, helikopter milik Basarnas jatuh setelah menabrak tebing Gunung Butak, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Minggu (2/7) sekitar pukul 16.00 WIB. Seluruh penumpang yang berjumlah 8 orang tewas. Helikopter dalam perjalanan menuju lokasi musibah letupan kawah Sileri, Dieng Banjarnegara. Ke -8 orang yang ada di helikopter terdiri dari 4 kru helikopter dan 4 anggota Basarnas Jateng. (far/MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 2 = 8

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.