Baliho Kampanye Masih Menjamur, Bawaslu Mengaku Kewalahan

Jumlah Alat Peraga Kampanye (APK) terlampau banyak. Sedangkan jumlah personel petugas penertiban sangat terbatas.

SEMARANG – Coblosan tinggal dua hari lagi, akan tetapi sejumlah alat peraga kampanye (APK) masih memenuhi jalan-jalan besar Kota Semarang.

Pembersihan APK di jalur Pantura Kendal, Minggu (14/4/2019). Foto: metrojateng.com/edi prayitno

 

Metrojateng.com melihat Senin pagi, di Jalan Kokrosono dan Jalan Madukoro, Semarang Tengah misalnya, belasan bendera parpol dan gambar-gambar caleg masih berkibar dengan kokohnya di pinggir jalan.

Tak cuma itu saja, di pojok Jalan MT Haryono, Peterongan, Candisari, baliho raksasa bergambar salah satu capres juga masih berdiri tegak.

Ketua Bawaslu Kota Semarang, Muhammad Amin, mengakui bila pencopotan APK saat ini belum bisa dikerjakan maksimal. Alasannya, karena jumlahnya terlampau banyak. Ditambah lagi jumlah personelnya sangat terbatas.

Sejauh ini, ia baru bisa mempereteli 80 persen APK yang ditemukan di sejumlah jalan raya. “Kami kewalahan, apalagi personel kita terbatas jumlahnya,” kata Amin.

Ia memperkirakan APK yang tersebar di 16 kecamatannya berjumlah lebih dari 20 ribu buah. Padahal, tuturnya personel gabungan yang dikerahkan untuk mencopoti APK hanya ada ratusan orang saja.

Ia menargetkan besok pagi semua APK sudah harus bersih dari jalanan Kota Semarang. Untuk merealisasikan targetnya itu, ia berjanji akan lemburan sampai tengah malam untuk mencopoti satu per satu APK terutama yang berupa baliho.

Lebih jauh lagi, ia menyatakan setidaknya ada enam titik yang masih terdapat spanduk raksasa caleg. Keenam titik yang ia maksud itu meliputi Jalan Kaligawe, Genuk, MH Thamrin, Durian Raya, Soekarno-Hatta serta Pemuda.

“Target kami besok harus sudah bersih. Nanti malam akan kami kebut,” tambahnya. (far)

 

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.