Balai Karantina Menduga Kematian Puluhan Hiu Menjangan Besar Akibat Keracunan

Penyebab kematian puluhan hiu di Pulau Menjangan Besar Kepulauan Karimunjawa hingga sekarang belum diketahui pasti. Namun Balai Karantina Ikan menyampaikan adanya dugaan akibat keracunan.

SEMARANG – Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan (BKIPM) Kelas II Kota Semarang mensinyalir puluhan hiu karang hitam yang mati mendadak di Pulau Menjangan Besar Karimunjawa, akibat keracunan zat tertentu.

Raden Gatot Perdana, Kepala BKIPM Kelas II Semarang, saat dikonfirmasi di kantornya. (Fariz Fardianto/metrojateng.com)

Dugaan itu semakin menguat tatkala pihak BKIPM mendapat laporan dari Minarno alias Cun Ming, si pemilik hiu bahwa ikan predator itu mati secara massal dalam kurun waktu singkat.

“Kalau melihat rentang waktu matinya yang sangat singkat, maka bisa dipicu faktor non patogen seperti keracunan di perairan sehingga menyebabkan kematian secara mendadak,” kata Raden Gatot Perdana, Kepala BKIPM Kelas II Semarang, saat dikonfirmasi, Senin (25/3/2019).

Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Cun Ming untuk membawa sampel daging hiu ke kantor BKIPM. Sampel hiu nantinya bisa diteliti dalam laboratorium milik BKIPM untuk menguak penyebab kematian hewan buas tersebut.

“Kami sudah minta sampel spesies hiu tersebut dibawa ke sini untuk dilakukan pengujian di laboratorium. Saat ini masih menunggu sampelnya dari Pak Cun Ming,” bebernya.

Ia menyatakan faktor lain yang menyebabkan kematian hiu bisa juga dipengaruhi lingkungan perairan Karimunjawa. Salah satunya karena suhu oksigen yang tidak mendukung dengan baik.

“Bisa faktor patogen karena lingkungan perairannya yang buruk. Bisa juga dari sisi sebaran bahan toksin atau racun yang muncul alami di perairan serta bisa juga ditambahkan dengan sengaja. Makanya, kalau disebabkan oleh patogen atau penyakit ikan, bisa diuji di laboratorium kami. Kalau toksin maka bisa dilakukan uji laboratorium dengan alat khusus di lembaga yang berbeda,” cetusnya.

Sedangkan, Cun Ming saat dikontak terpisah mengancam kepada pihak-pihak tertentu yang sengaja meracuni ikan hiunya, nantinya bakal diseret ke ranah hukum. Pasalnya, ia mengaku syok sekaligus kecewa dengan kematian puluhan hiunya yang sudah dipelihara sejak 1966 silam.

“Kalau memang diracun, saya akan selidiki sampai tuntas. Kalau bisa saya akan menuntut balas sama yang sudah meracuni hiu saya,” akunya.

“Getun (kecewa) banget saya. Dengan umur segini, belum tentu saya masih bisa memelihara hiu segede itu lagi. Karena hiu itu saya pelihara dari sejak kecil sampai beranak pinak seperti sekarang. Tidak ada orang yang mau memelihara hiu karena dagingnya tidak bisa dimakan dan tidak layak jual. Hanya orang yang hobi memelihara ikan yang mau memelihara ikan tersebut,” pungkasnya. (far)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.