Bagong Masih Berhubungan dengan Keluarga Rukma

image
Desi Akhiriyanto alias Bagong, mantan sopir Rukma Setyabudi. (Metro Jateng/dok)

PURWOREJO – Para saksi kasus korupsi bantuan sosial Pemprov Jateng tahun 2008 di Kebumen menyatakan Desi Akhiriyanto alias Bagong bekerja untuk Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi. Tapi Rukma membantah dengan menyatakan Bagong sudah berhenti jadi sopirnya sejak 2006.

“Bagong berhenti kerja dengan saya pada 2006, kasusnya kan 2008. Sejak Bagong berhenti bekerja, saya tidak pernah lagi berhubungan. Aneh jika kemudian Bagong disebut masih menjadi sopir saya saat kasus ini mencuat, kata Rukma.

Rukma Setyabudi adalah anggota DPRD yang berangkat dari daerah pemilihan Jateng VI. Meliputi Kota dan Kabupaten Magelang, Purworejo, Temanggung, dan Wonosobo. Jejak politiknya berawal dari Purworejo ketika pada 1994-2004 menjadi anggota DPRD setempat.

Metrojateng.com yang menelusuri hubungan Rukma dan Bagong mendapati keterangan bahwa keduanya masih berhubungan hingga sekarang. Wakil Ketua I Bidang Internal DPC PDIP Purworejo Sunarto AP mengatakan, Bagong memang sudah tidak menjadi sopir Rukma sejak lama. Namun banyak kader PDIP Purworejo yang melihat Bagong masih berhubungan dengan keluarga Rukma.

Pada Pemilihan Legislatif 2014, Bagong diketahui menjadi pendamping setia Dion Agashi, putra Rukma, untuk kampanye. Dion akhirnya terpilih menjadi anggota DPRD Purworejo dan kini duduk sebagai ketua Komisi B.

“Saya dapat informasi yang sama, sampai pileg kemarin Bagong masih berkegiatan dengan Dion, masih mengantar untuk kampanye kemana-mana. Jadi tidak mungkin, Rukma mengaku sudah tidak berhubungan, wong Bagong kemana-mana sama anaknya,” tambah Ambyah Panggung Sutanto alias Kid Hamzah. Kepala Desa Ketangi, Kecamatan Purwodadi, Purworejo itu mengaku berbicara sebagai anggota tim penyelamat PDIP Purworejo.

Menurut Kid Hamzah, tertangkapnya Bagong seharusnya memudahkan penyidik mengungkap dalang kasus bansos Kebumen. Sebab sangat mudah sekali menelusuri aliran dana Rp 635 juta yang dikumpulkan Bagong dari para kepala desa.

“Bagong kan pegawainya Rukma, jadi seharusnya mudah ungkap uang itu mengalir kemana. Bagong tidak mungkin menghabiskan uang sebanyak itu sendiri. Pasti disetorkan ke orang yang memerintah dia,” ujarnya.

Wakil Ketua Bidang Politik dan Propaganda DPC PDIP Purworejo Agung Firdaus menyatakan akan mengawal kasus bansos Kebumen sampai tuntas. Ia berencana mengerahkan kader PDIP untuk aksi di Polres Kebumen, Kejaksaan Negeri Kebumen, dan Kejaksaan Tinggi Jateng.

“Kami minta penegak hukum serius mengungkap kasus ini, agar melebar ke pihak-pihak yang memang terlibat langsung,” tegasnya. (Byo)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 61 = 65

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.