Awas! Pengedar Pil Anti-depresan Ilegal Bidik Anak-anak

Pelaku menjual obat terlarang tersebut secara murah dengan sasaran anak-anak. Efeknya jangka panjang dapat merusak generasi bangsa.

SEMARANG – Petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang meringkus tiga pengedar obat anti-depresan. Ketiganya memproduksi sekaligus mengedarkan ribuan butir pil anti-depresan secara ilegal dengan menyasar konsumen anak-anak.

Foto: Kepala BBPOM Semarang, Syafriansyah menunjukan bungkusan pil anti-depresan ilegal dan obat ilegal lainnya sebelum dimusnahkan di kantornya. (metrojateng.com)

“Ini kan berbahaya, efeknya jangka panjang dan merusak generasi bangsa. Apalagi pelaku ini menjualnya secara murah. Satu strip dijual hanya Rp 10 ribu,” ungkap Kepala BBPOM Semarang, Syafriansyah sebelum memusnahkan ribuan pil ilegal tersebut di kantornya, Jalan Sukun Banyumanik, Jumat (10/5).

Jumlah pil ilegal yang ia musnahkan mencapai 105.230 butir. Tak cuma anti-depresan saja yang ia musnahkan, ada pula pil Trihexiphenidil dan Chlorpromazine yang diproduksi oleh pelaku dengan dosis di atas rata-rata.

Ia mengaku temuan itu merupakan hasil penindakan selama triwulan I periode Januari-Maret 2019. Pelaku yang diamankan oleh tim gabungan berinisial DAP, KAT dan S. Mereka rupanya kerap beraksi di Semarang, Kendal dan Surakarta.

Petugasnya sudah menguntit para pelaku sejak lama. Mereka kedapatan menjual obat anti-depresan kepada anak-anak.

“Yang kami musnahkan ini masing-masing mengandung obat-obatan tersebut. Paling banyak Trihex, bahkan ada yang kandungannya dua kali lipat dari resep seharusnya. Padahal obat-obatan tersebut untuk mengobati gejala Parkinson, depresi dan gangguan panik,” bebernya.

Masyarakat telah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran obat ilegal ini agar tidak dikonsumsi bebas oleh masyarakat terutama generasi muda.

“Diimbau kepada masyarakat untuk tidak membeli obat secara online, dapat lebih berhati-hati dalam memilih obat, obat tradisional, kosmetika dan pangan yang akan dikonsumsi. Pastikan telah memiliki izin edar dari BPOM RI,” pungkasnya. (far)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.