Awas Macet! Mau Lewat Jalur Welahan, Perhatikan Jam Berikut

 Buka tutup arus lalin diberlakukan menyusul pernaikan jalan provinsi di ruas Welahan – Gotri Kabupaten Jepara. Foto: metrojateng.com/Rhobi Shani
Buka tutup arus lalin diberlakukan menyusul pernaikan jalan provinsi di ruas Welahan – Gotri Kabupaten Jepara. Foto: metrojateng.com/Rhobi Shani

JEPARA – Perbaikan jalan provinsi di ruas Welahan – Gotri Kabupaten Jepara saat ini tengah dikebut. Sedikitnya ada lima titik perbaikan berupa pengecoran sejak dua bulan terakhir. Namun, hingga saat ini belum semua pekerjaan rampung. Akibatnya diberlakukan buka tutup jalur untuk mengantispasi kemacetan.

Mamad (45), warga Desa Kalipucang menyampaikan, sistem buka tutup jalur sudah diberlakukan sejak dua bulan lalu. Akibatnya, antrean panjang kendaraan acap kali tak terelakan pada jam sibuk berangkat dan pulang kerja.

“Apa lagi kalau pas ada pengecoran, kemacetannya tambah parah,” ujar Mamad.

Antrean kendaran, disampaikan Mamad, bisa mencapai 1 km. Lama antrean bisa mencapai 30 menit di setiap titik perbaikan. Saat ini, proses pengecoran dilakukan pada malam hari saat kondisi jalan sepi.

“Ya, harapannya perbaikan jalan bisa cepat selesai. Selama ada perbaikan jalan aktivitas warga menjadi terganggu seperti banyak debu dan bongkar muat batu bata juga terganggu,” kata Mamad.

Sementara itu, Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Jepara, Setyo Adi Widodo, menandaskan, hingga 15 hari sebelum lebaran (H – 15) dipastikan proyek perbaikan jalan tersebut belum rampung.

“Jika memang hingga H – 15 belum selesai semua pekerjaan dihentikan sementara. Itu demi kelancaran arus mudik,” ujar Adi, Rabu (10/6).

Berkait kebijakan kendaraan berat, Adi menerangkan, pihaknya belum bisa memastikan apakah bisa melintas saat masa arus mudik dan arus balik. Hanya saja sesuai dengan kebijakan tahun lalu, kendaraan berat selain angkutan barang kebutuhan bahan pokok (Sembako), tidak diperbolehkan melintas mulai H -4 hingga H +1.

Dalam waktu dekat, Adi menerangkan, pihaknya akan melakukan survei terlebih dahulu. Baik soal kondisi jalan, perkembangan proyek, perhitungan jumlah kendaraan yang melintas, hingga potensi kepadatan.

“Hal ini demi kenyamanan dan keamanan bersama. Kebijakan memang harus sesui dengan kondisi lapangan,” tutup Adi. (Oby)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 2 = 2

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.