Awas, Jateng Jadi Incaran Pelaku Investasi Bodong

Masyarakat juga diminta melapor apabila menemukan tawaran investasi yang mencurigakan.

SEMARANG – Kondisi perekonomian di Jawa Tengah yang cukup baik dapat dimanfaatkan oleh industri jasa keuangan yang tak bertanggung jawab. Mereka mengincar pangsa pasar di provinsi tersebut untuk menawarkan investasi ilegal atau bodong.

Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rokhmad Sunanto didampingi Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Aman Santosa. Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Hal itu disampaikan Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rokhmad Sunanto di sela sosialisasi Satgas Waspada Investasi di Hotel Gumaya Semarang, Senin (29/7/2019).

“Kami mengimbau masyarakat di Jawa Tengah selalu waspada dengan berbagai tawaran menggiurkan dari investasi bodong. Selain itu, masyarakat juga harus cerdas dan bijaksana dalam mengelola keuangannya, agar tahu mau menginvestasikan uangnya kemana,” ungkapnya.

Diketahui, kasus investasi bodong yang menjadi perhatian adalah investasi jamu di Klaten. Banyak yang menjadi korban pihak dari investasi tidak bertanggung jawab itu.

“Kami terus melakukan sosialisasi ke masyarakat Jateng, khususnya Semarang hati-hati memilih investasi. Jangan sampai terjebak pada investasi tipu-menipu, dari oknum yang tidak bertanggung jawab,” kata Rokhmad.

Sementara, masyarakat juga diminta melapor apabila menemukan tawaran investasi yang mencurigakan.

“Soalnya selama ini masyarakat masih malu-malu melapor ke OJK jika tahu atau kena investasi bodong itu. Jadi kami juga tidak bisa menindak,” tuturnya.

Maka, imbuh dia, bagi yang mengetahui praktek ilegal itu harap segera melaporkan kasus melalui satgas waspada investasi. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.