Atlet Wushu Semarang Sabet Perak di Ajang WWC Brasil

SEMARANG – Kontingen Wushu Indonesia mampu menorehkan prestasi ciamik saat berlaga dalam turnamen The World Junior Wushu Championships di Kota Brasilia, Brasil. Ajang pertarungan atlet Wushu yang dihelat mulai 9-16 Juli kemarin itu memunculkan nama dua atlet wushu andalan Indonesia di atas podium juara.

Wushu Lindu Aji
Head Coach Sasana Lindu Aji Semarang, Muhammad Slamet saat menunjukkan dua atlet andalannya yang menyabet perunggu dan perak dalam turnamen The World Junior Wushu Championship. Foto: fariz fardianto

Dua atlet wushu yang dimaksud itu antara lain, Laka Anak Sasongko serta Thairisa Dea Florentina. Laka Sasongko yang berasal dari Sasana Lindu Aji meraih medali perunggu. Sedangkan Thairisa menyabet perak setelah menumbangkan nama-nama unggulan lainnya dari sejumlah negara.

“Laka Anak Sasongko yang main di kelas 56 kilogram mampu menumbangkan atlet-atlet andalan Amerika Serikat dan Ceko di perempat final. Padahal atlet yang bertarung di kelas tersebut berasal dari 25 negara,” tutur Head Coach Sasana Lindu Aji Semarang, Muhammad Slamet, ketika ditemui di sasananya, kawasan Jalan Supriyadi Semarang, Rabu (25/7).

Laka Sasongko masih bersekolah di SMAN 2 Ungaran ketika sukses menggondol perunggu dari turnamen bergengsi tersebut. Ajang The World Junior Wushu Championships sendiri merupakan kontes bergengsi yang bernaung dibawah International Wushu Federation.

“Saya sudah beberapa kali ikut ajang WWC dan ternyata sekarang bisa dapat juara ketiga,” kata Laka.

Sedangkan bagi Thairisa Dea Florentina, prestasinya menyabet perak jadi kebanggaan tersendiri. Dara kelahiran 2001 silam itu mengaku gembira potensinya olah beladiri selama dilatih oleh Lindu Aji menuai kontribusi sangat positif bagi timnas wushu Indonesia.

“Bangga banget. Dan saya akan menempa diri terus-menerus,” cetusnya.

Slamet menambahkan sasananya masih punya dua atlet wushu lagi yang akan bertarung pada Asian Games 18 di Jakarta-Palembang-Jabar. Kedua atletnya yang tampil di Asian Games Agustus nanti atas nama Pujariaya di kelas 70 kilogram dan Yusuf Idianto kelas 56 kilogram.

“Mereka sekarang masih menempa kemampuan terbaiknya di pusat pelatihan yang ada di Xian, China,” bebernya.

Ia optimistis mental keduanya nanti bakal mampu mengimbangi lawan-lawannya. Slamet dan rombongan sasananya akan bertolak ke venue Asian Games pada 26 Agustus untuk memompa semangat para atletnya.

“Kita harpakan dapat prestasi lebih baik lagi. Sasana kita akan berikan kontribusi bagi Jawa Tengah dan timnas Indonesia,” kata Slamet. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.