Atasi Kekeringan, Kepala Daerah Diminta Manfaatkan Sumber Mata Air

Sumber mata air berfungsi untuk mendukung pembuatan sumur resapan di tiap kabupaten dan kota.

SEMARANG –¬†Para bupati maupun wali kota yang ada di Jawa Tengah diminta memanfaatkan sumber mata air untuk menanggulangi kekeringan panjang yang terjadi saat ini.

Dropping air bersih di Kecamatan Borobudur, Magelang. Pemda diminta memanfaatkan sumber air untuk mengatasi kekeringan. Foto: metrojateng.com/dok

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Sarwa Pramana mengungkapkan pemanfaatan sumber mata air untuk mendukung pembuatan sumur resapan di tiap kabupaten dan kota.

Menurutnya itu langkah jangka panjang agar penanggulangan bencana kekeringan dapat berjalan efektif.

“Bupati maupun wali kota harus manfaatkan sumber mata air. Sebab, hampir semua kabupaten ada mata airnya. Mulai Blora, Jepara, Demak, Wonogiri sampai Banjarnegara itu punya semua,” kata Sarwa kepada¬†metrojateng.com, Sabtu (25/8/2018).

Ia menjelaskan estimasi biaya pembuatan sumur resapan tergantung kemampuan tiap daerah. Di Kota Gaplek Wonogiri misalnya, Sarwa menyebut kebutuhan dana untuk pembuatan sumur resapan di permukiman penduduk mencapai miliaran rupiah.

Ia menyarankan kepada dinas-dinas ESDM untuk memberi dukungan penuh pada proyek sumur buatan tersebut.

“Sumur resapan kedalamannya minimal 70 meter. Ini harus diupayakan segera. Apalagi perkiraan kita kekeringan masih akan terjadi sampai akhir Oktober nanti,” urainya.

Ia menengarai kekeringan yang teramat panjang di tahun ini disebabkan intensitas curah hujan yang sangat minim. Kondisinya diperparah dengan grafik perubahan cuaca yang semakin ekstrem.

“Kita harus mulai mengerjakan pembuatan lokasi peresapan dan terus-menerus mereboisasi. Karena di sejumlah desa saat ini mulai kekurangan pasokan air bersih. Ke depan, saya rasa perlu program permanen untuk mengatasi kekeringan,” cetusnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.