Asyik Indehoi, 10 Pasangan Terjaring Razia, Rata-rata Pemandu Karaoke

Sepuluh pasangan tersebut terjaring razia di tiga lokasi berbeda.

SUKOHARJO – Sepuluh pasangan tidak resmi atau bukan suami istri terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukoharjo, Kamis (13/6/2019). Sepuluh pasangan tersebut terjaring di tiga lokasi berbeda.

10 pasangan tak resmi dimintai keterangan dan dilakukan pendataan di kantor Satpol PP Sukoharjo. (metrojateng.com/MJ-28)

Dikatakan Heru Indarjo Kepala Satpol PP Kabupaten Sukoharjo, razia ini menyasar pada warga pendatang ilegal yang ada di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Dalam rangka untuk mengantisipasi perkembangan situasi dan kondisi.

“Kami menemukan 10 pasang muda-mudi di tiga lokasi kos berbeda,” paparnya.

Razia ini dilaksanakan sebagai bentuk penegakkan Perda no 21 tahun 2015 tentang penanggulangan prostitusi dan perbuatan asusila. Saat diperiksa, kesepuluh pasangan tersebut tidak bisa menunjukkan dokumen resmi, sehingga terpaksa di bawa ke Kantor Satpol PP Sukoharjo untuk membuat surat pernyataan.

“Kalau ditanya identitas mengaku pelajar dan mahasiswa, tapi ternyata kebanyakan pemandu karaoke,” imbuhnya.

Sementara untuk pemilik kos nantinya akan dipanggil ke Kantor Satpol PP Sukoharjo untuk membuat surat perizinan mengenai penggunaan-penggunaan sesuai dengan aturan yang ada.

“Dari Sukoharjo tidak ada, kebanyakan dari Wonogiri, Klaten dan Salatiga,” ucapnya.(MJ-28)

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.