Asprov PSSI Tunjuk Eko Riyadi Tangani Pra PON Jateng

Eko Riyadi ditarget meloloskan tim sepakbola Jateng ke PON XX Papua 2020.

SEMARANG – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah menunjuk Eko Riyadi untuk menangani tim sepakbola yang akan berlaga di babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020. Mantan pembesut PSIS Semarang itu bakal didampingi M Irfan sebagai asisten pelatih.

Ketua Asprov PSSI Jateng Edi Sayudi

Ketua Asprov PSSI Jateng, Edi Sayudi mengatakan, Eko dan Irfan nantinya diberi wewenang untuk menentukan pelatih kiper dan pelatih fisik. Pekan depan mereka mulai bertugas untuk menggelar proses seleksi pemain.

“Eko Riyadi memenuhi kriteria yang kami inginkan. Selain pengalaman, dia juga berdomisili di Semarang sehingga memudahkan untuk berkoordinasi,” kata Edi usai Kongres Asprov PSSI Jateng di Semarang, Sabtu (9/2/2019).

Eko Riyadi pernah menukangi PSIS selama tiga musim, 2014-2016. Di musim kompetisi Liga 2 2017, dia menjadi asisten Subangkit dan membawa Mahesa Jenar promosi ke Liga 1. Tahun kemarin, eks juru taktik Persitema Temanggung itu dipercaya menangani Tim Pro Academy PSIS U-16.

Sedangkan M Irfan sukses memimpin Tim BJL 2000 Terang Bangsa juara Liga Soeratin U-17 Zona Jateng. Mantan winger PSIS itu sebelumnya juga bertugas sebagai talent scouting di Porprov Jateng.

“Proses seleksi pemain akan dimulai pekan depan dengan melibatkan pemain-pemain yang direkomendasikan Askot maupun Askab dan pemain hasil pemantauan tim pemandu bakat dari event Porprov,” lanjut Edi.

Pria yang juga Ketua Umum PSD Demak tersebut menambahkan, proses penjaringan pemain Pra PON akan dilakukan secara terbuka. “Seleksi terbuka akan lebih fair dan transparan. Mudah-mudahan jadwal kualifikasi segera dirilis sehingga memudahkan tim pelatih untuk menyusun program,” tandasnya.

Sementara, Sekretaris Asprov PSSI Jateng, Purwidyastanto menambahkan, Senin (11/2) pekan depan, pihaknya akan menyurati Askot dan Askab agar mengirim pemain-pemain terbaik untuk ikut seleksi Tim Pra PON Jateng.

“Kriterianya pemain kelahiran Januari 1997 ke bawah. Pemain yang direkomendasikan Askot/Askab di luar para pemain hasil monitoring tim talent scouting. Untuk tempat seleksi, kami siapkan dua opsi di Stadion Wujil dan Kendal,” kata dia.

Pada perhelatan PON 2016 di Jawa Barat tim sepakbola Jateng gagal menyumbang medali. Mereka terhenti di babak 8 besar. (twy)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.