ASN Tak Perlu Takut Keberadaan Bawaslu

Camat dan Lurah tidak usah takut berkumpul dengan masyarakat.

SEMARANG – Memasuki masa kampanye Pemilu 2019 muncul fenomena adanya keengganan bahkan ketakutan dari aparatur sipil negara (ASN), untuk terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.


Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memaparkan materi dalam diskusi Balai Kota Semarang, Rabu (28/11/2018). Foto: metrojateng.com/Masrukhin Abduh

Hal itu terjadi karena adanya kekhawatiran dari ASN disangkakan terlibat dalam politik praktis. Padahal bila melihat jumlahnya yang tidak sedikit, ASN dengan jalur birokrasi yang dimiliki dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan partisipasi pemilih.

Hal tersebut terungkap dalam diskusi yang digelar oleh Pemkot Semarang bertema “Sukseskan Pileg dan Pilres 2019 di Balai Kota Semarang, Rabu (28/11/2018).

Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan antar Lembaga Bawaslu Kota Semarang, Nining Susanti menyatakan, ASN sebenarnya tidak perlu takut untuk berkumpul dengan masyarakat. Dia bahkan menegaskan bahwa Bawaslu bertugas hanya mengawasi, bukan mencari-cari kesalahan.

“Camat dan Lurah tidak usah takut berkumpul dengan masyarakat, karena kalau ada Bawaslu yang sampai menghalang-halangi. Kami justru akan terkena sanksi oleh DKPP,” kata Nining.

Wali Kota Semarang, Hendar Prihadi mengatakan, netralitas ASN tidak menjadi dalih untuk kemudian bersikap pasif dan acuh terhadap hajatan demokrasi yang sedang berlangsung pada seluruh wilayah di Indonesia tersebut.

Wali kota mengakui ASN memang diminta harus netral. Tapi maksudnya adalah harus netral aktif, yaitu tidak memihak pada satu kepentingan politik tertentu. Tetapi, wajib membantu sosialisasi pemilu dengan mengarahkan masyarakat untuk berpartisipasi pada pencoblosan di tanggal 17 April 2019.

Dalam kesempatan ini, selain dua nara sumber tersebut, juga dihadiri nara sumber lainnya. Di antaranya pengamat politik dari Undip Semarang Teguh Yuwono, mantan komisioner KPU Kota Semarang Henry Wahyono, pengamat hukum Unissula Semarang Jawade Hafidz, komisioner KPU Kota Semarang Novi Maria Ulfa serta Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi. Hadir pula para kepala OPD, Lurah, Camat dan perwakilan mahasiswa di Kota Semarang. (duh).

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.