Asah Kemampuan Dosen Agama untuk Tangkal Radikalisme

Belakangan ini, isu agama menjadi salah satu permasalahan yang kerap dimunculkan hingga terjadi gesekan di tengah masyarakat.

Foto: Para dosen agama dan pendidikan kewarganegaraan saat dibekali pemahaman anti radikalisme di USM. (Fariz Fardianto/Metrojateng.com)

 

SEMARANG – Universitas Semarang (USM) memberikan pembekalan dan pemahaman kepada para dosen tentang bahaya penyebaran radikalisme yang mengancam dunia kampus.

Rektor USM, Andy Kridasusila mengungkapkan dosen-dosen harus mampu melakukan pengawalan dalam aktivitas perkuliahan maupun ekstrakurikuler mahasiswa. Setiap aktivitas mahasiswa harus dipastikan mengandung nilai positif.

“Kami telah bertemu dengan dosen-dosen agama. Kami melihat di masyarakat, isu agama juga menjadi satu hal yang kerap dimunculkan hingga terjadi gesekan. Kami tidak ingin hal itu terjadi di USM,” ungkapnya, Selasa (8/1/2019).

Pihaknya mengaku telah memberikan pengarahan dan pembekalan kepada dosen agama dan dosen Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan. Sebagaimana yang dilakukan di Ruang Sidang Utama, Gedung B Lantai 2 USM, pada Senin lalu.

“Pengarahan ini sebagai upaya untuk mensinergikan civitas akademika dalam menangkal radikalisme,” katanya.

Wakil Rektor I, Hardani Widhiastuti mengatakan telah melakukan pendalaman terhadap visi USM yang berwawasan kebangsaan. Dosen-dosen tersebut harus aktif mengajak mahasiswa untuk berperilaku berkeindonesiaan dan anti radikalisme.

Sesuai keputusan kampusnya, kata dia, para lulusan USM ke depan punya tiga sertifikat kompetensi Bahasa Inggris, komputer dan wawasan kebangsaan. “Rencananya USM memberlakukan sertifikasi Januari 2019 ini. Diawali dengan pengarahan dosen-dosen agama, pancasila, dan kewarganegaraan dalam merumuskan Wasbang akan disisipkan di Rencana Pembelajaran Semester (RPS),” terangnya.

Pembelajaran pada mata kuliah ditambahkan materi-materi tentang wawasan kebangsaan. Sehingga metode pembelajaran bukan lagi Teacher Centered Learning (TCL), tapi Student Centered Learning (SCL). “Mahasiswa tidak hanya menghafal teori tapi sudah ke penerapan. Jadi etikanya sudah mengarah ke wawasan kebangsaan dan mengaplikasikan di kehidupan sehari-hari,” tuturnya. (far)

 

 

 

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.