Apresiasi Rute Baru, Dewan Minta Trans Semarang Terus Lakukan Terobosan

Diharapkan angkutan-angkutan umum di Kota Semarang dapat dimanfaatkan sebagai feeder ataupun penunjang feeder.

SEMARANG – DPRD Kota Semarang mengapresiasi langkah Pemkot Semarang yang terus menambah rute BRT Trans Semarang. Bahkan diharapkan pemkot terus bisa membuat kajian wilayah-wilayah yang belum dan potensi dilayani Trans Semarang.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Danur Rispriyanto.

Seperti diketahui, Pemkot Semarang telah resmi meluncurkan Trans Semarang koridor kedelapan rute Terminal Cangkiran – Gunungpati – Manyaran – Balaikota – Simpang Lima –PP pada Jumat (6/12/2019) lalu di Waduk Jatibarang.

Bersamaan dengan peluncuran koridor kedelapan ini, Trans Semarang juga turut meluncurkan rute Feeder 1 dan Feeder 2. Dengan rute untuk Feeder 1 melewati rute PRPP – Ngaliyan dan Feeder 2 melayani rute Bangetayu – Kaligawe.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Danur Rispriyanto mengatakan, bahwa penambahan rute baru tersebut memang sangat dibutuhkan masyarakat. Rute tersebut diperlukan untuk menyambungkan seluruh simpul-simpul wilayah menuju pusat kota.

“Kami sangat menyupport adanya penambahan koridor dan feeder. Kami apresiasi karena Trans Semarang sangat respon dengan keinginan masyarakat,” ujarnya, Senin (9/12/2019).

Danur menyebutkan DPRD telah menyetujui untuk menggelontorkan anggaran sekitar Rp 300 miliar untuk operasional dan kesinambungan Trans Semarang. Dia berharap, dengan dana itu bisa digunakan semaksimal mungkin untuk menciptakan terobosan. Khususnya agar seluruh wilayah di Kota Semarang bisa terjangkau transportasi massal milik pemerintah ini.

“Kami ingin kedepan Trans Semarang bikin kajian terutama wilayah yang belum terjamah Trans Semarang,” tegasnya.

Politisi dari Partai Demokrat ini juga meminta Trans Semarang agar bisa mengajak diskusi Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Semarang, dalam setiap kebijakan penambahan rute Trans Semarang.

‘’Diharapkan angkutan-angkutan umum di Kota Semarang dapat dimanfaatkan sebagai feeder ataupun penunjang feeder,’’ katanya.

Danur juga mengingatkan agar pengelola Trans Semarang harus tetap memperhatikan fasilitas bus. Jika bus Trans Semarang kondisinya sudah tidak layak, maka harus segera dilakukan peremajaan. Sehingga masyarakat akan terus merasa nyaman menggunakan transportasi massal itu. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.