Apel Termahal Rp 18 Miliar, Kesbangpol: Dana ‘Segitu’ ya Kecil!

Kesbangpolinmas merespon enteng terkait polemik penggunaan dana Rp 18 miliar untuk menggelar apel kebangsaan di Simpang Lima, Semarang, pekan lalu.

Apel Kebangsaan di Simpang Lima Semarang pada Minggu (17/3/2019), yang menelan dana APBD Provinsi Jateng Rp 18 miliar dalam sehari.

 

SEMARANG – Pihak Kantor Kesbangpolinmas Jawa Tengah akhirnya buka suara ihwal polemik penggunaan dana Rp 18 miliar untuk menggelar apel kebangsaan di Simpang Lima, Semarang pekan lalu.

Achmad Rofai, Kepala Kesbangpolinmas Jawa Tengah, mengaku dana tersebut dipakai secara transparan.

“Tidak ada niat jelek untuk menjalankan amanat itu. Nilai yang terkandung dalam apel kebangsaan itu amat besar. Jateng yang sudah kondusif. Harus dirawat dan dijaga. Apalagi ini mendekati pemilu agar tidak tercerai berai. Apel kemarin untuk merapatkan barisan dan merawat ke-Indonesiaan,” ujarnya, saat ditemui metrojateng.com di kantornya Jalan A Yani, Rabu (20/3/2019).

Ia mengklaim tujuan menggelar apel kebangsaan sebatas membangkitkan semangat kebangsaan. Mekanisme penggunaan dananya sudah dilalui semuanya.

Ia tak ambil pusing dengan kritikan tajam yang dialamatkan kepadanya. “Yang menilai baik silakan dan mencatat ndak apa-apa. Kita terbuka dengan karena niatan kita membangkitkan nasionalisme dan menjaga Jawa Tengah. Jangan lihat sesuatu dari satu sudut. Tapi dari semua aspek. Kalau melihatnya sempit ya nanti jadi kurang bagus. Negatif thinking,” sergahnya.

Ia menyebut Jateng yang sangat luas harus dirawat, disatukan dan untuk menjalani persatuan sangat tidak mudah. Tak cuma apel kebangsaan yang digelar. Ia nanti juga mengadakan acara serupa saat isra mi’raj dan kegiatan bareng Polda.

Ia menyatakan siap buka-bukaan terkait informasi dana apel kebangsaan. Sebab, ia berpendapat semua informasi publik memang harus transparan.

“Jadi itu tidak perlu dibesar-besarkan. Anggarannya semua transparan. Nilai kebangsaan itu tinggi, dana ‘sakmono’ (segitu) untuk sebuah nilai kebangsaan NKRI, ya kecil itu Mas,” sergahnya.

Pemakaian dana Rp 18 miliar itu supaya Jawa Tengah tetap kondusif tanpa perbedaan lagi. Ia menegaskan aturan pencairan dana apel kebangsaan sudah jelas. Ada dua tahapan yang ia pakai. Pertama untuk gelaran pentas seni dengan menampilkan artis-artis beken macam Letto, Virzha, Nela Kharisma, Slank dan band lokal lainnya. Kedua dengan orasi kebangsaan yang digelar siang hari.

Ia pun puas dengan kehadiran peserta apel kebangsaan. Diakuinya jumlah peserta sudah sesuai standar. Sehingga itu sudah mencapai targetnya.

“Kan target kami 100 ribu lebih. Itu relatif dan saya bangga karena ada 100 ribu lebih yang hadir. Dan penting lagi, situasinya sangat damai. Tidak ada keributan sama sekali, tanpa konflik dan gontok-gontokan. Damai betul pas acara,” kilahnya.

Ia menambahkan pesan-pesan yang tersampaikan juga sudah mengena di hati masyarakat. Pasalnya, saat acara ia telah menghadirkan tokoh-tokoh yang mumpuni di bidangnya.

“Kami hadirkan orang top di sana. Mbah Moen, Habib Lutfi, Gus Muwafiq dan pemuka lintas agama juga menyampaikan semua pesannya. Itu sesuatu yang mengasyikkan. Kok orang malah mengusik. Kami lihat positifnya lah,” bebernya. (far)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.