APBD 2020 Disahkan, Dewan Minta Pemkot Segera Persiapkan Lelang Proyek

Dengan postur APBD Kota Semarang 2020 ini, DPRD Kota Semarang optimistis bisa dilaksanakan dengan baik.

SEMARANG – DPRD Kota Semarang mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Kota Semarang Tahun 2020. Postur APBD Kota Semarang Tahun 2020 pendapatan ditetapkan Rp 5,093 triliun. Sedangkan belanja mencapai Rp 5,256 triliun sehingga ada defisit Rp 162,786 miliar.

Rapat paripurna DPRD Kota Semarang yang membahas nota keuangan APBD Kota Semarang Tahun 2020, Senin (4/11/2019). Foto: metrojateng.com/masrukhin abduh

Keputusan ini diambil dalam rapat paripurna DPRD Kota Semarang yang dipimpin ketuanya Kadarlusman, SE. Dalam rapat paripurna tersebut Kadarlusman didampingi tiga unsur pimpinan dewan lainnya. Ketiganya adalah Mualim, SPd,MM, H. Muhammad Afif, Lc dan Wahyoe Winarto.

Sedangkan dari eksekutif hadir Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Wakil Walikota Hevearita Gunaryanti Rahayu, Sekda Kota Semarang Iswar Aminudin dan sejumlah pimpinan OPD.

Defisit Rp 162,786 miliar tersebut ditutup dengan pembiayaan yang dirinci dalam penerimaan Rp 226,526 miliar dan pengeluaran Rp 63,740 miliar. Dari selisih keduanya didapat pembiayaan netto Rp 162,786 miliar.

Dengan postur APBD Kota Semarang 2020 ini, DPRD Kota Semarang optimistis bisa dilaksanakan dengan baik. Hanya saja harus dilakukan persiapan yang matang sejak disahkan.

Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman mengatakan pemkot diharapkan segera melakukan persiapan pelaksanaan APBD Kota Semarang Tahun 2020. “Setelah disahkan maka akan dikirim ke ke Gubernur Jateng untuk dilakukan evaluasi, paling lama satu minggu hasilnya keluar,” katanya, Kamis (14/11/2019).

Setelah evaluasi turun, jika ada perbaikan DPRD Kota Semarang bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) akan segera melakukan perbaikan. Namun jika tidak ada perbaikan maka APBD Kota Semarang Tahun 2020 sudah bisa diberlakukan.

“Ini sudah bulan November, jadi awal Desember pemkot sudah bisa melakukan persiapan lelang,” ujar Kadar Lusman.

Hal ini dilakukan, menurut politisi PDI Perjuangan ini agar proses lelang sudah bisa dilaksanakan pada bulan Januari hingga April. Proses lelang ini khususnya untuk proyek-proyek besar yang membutuhkan waktu dalam melaksanakan pekerjaan. Dengan persiapan yang lebih awal diharapkan pemenang lelang punya waktu untuk melaksanakan pekerjaan.

“Bisa dibayangkan kalau proses lelang dilaksanakan bulan Juni atau Juli pemenang bisa diketahui bulan Agustus, September baru bisa kerja, bagaimana dengan kualitas pekerjaannya, makanya kami berharap pemkot segera menyiapkan proses lelang sesuai perencanaan yang telah ditetapkan,” tandas Kadar Lusman menambahkan.

Perencanaan lelang yang dilakukan sejak awal ini sesuai dengan instruksi bapak Presiden Jokowi saat pertemuan dengan kepala daerah dan ketua DPRD se-Indonesia.

“Saya bersama bapak walikota baru saja menghadiri pertemuan seluruh pimpinan daerah dengan bapak Presiden, salah satu instruksi adalah perencanaan lelang yang baik diawal,” tandasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.