Anugerah Pancawara, Dorong Inovasi Pasar Rakyat

Walikota Magelang menerima penghargaan sebagai pasar terbaik dengan jumlah pedagang lebih dari 500 orang, dalam Anugerah Pancawara 2017 di Jakarta, Kamis (26/10). (foto: istimewa)

 

MAGELANG – Komitmen Pemkot Magelang dalam mengelola Pasar Rejowinangun membuahkan hasil membanggakan. Pasar terbesar di wilayah eks-Karesidenan Kedu ini meraih penghargaan sebagai pasar terbaik nasional kategori jumlah pedagang di atas 500 dalam Anugerah Pancawara 2017.

Pasar ini berhasil mendapat nilai terbaik menyisihkan lima finalis lainnya. Di katagori yang sama, terbaik kedua diraih pasar Kliwon Kudus dan Pasar Flamboyan Kalimantan.

Walikota Magelang, Sigit Widyonindito didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Pedagang (Disperindag) Kota Magelang, Joko Budiyono, menerima penghargaan ini di Auditorium Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI di Jakarta, Kamis (26/10). Anugerah diserahkan oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag RI, Tjahya Widayanti dengan didampingi Ketua Dewan Pembina Yayasan Danamon Peduli, Bayu Krisna Murti.

Sigit Widyonindito mengaku bangga dengan raihan prestasi yang diraih ini. Apalagi, pasar ini pernah terbakar hebat tahun 2008 lalu, dan baru dibangun lagi empat tahun kemudian serta diresmikan satu tahun setelahnya.

“Prestasi ini satu sisi memang membanggakan. Tapi sisi lain jadi beban dan motivasi untuk kemajuan ke depan. Masih banyak yang harus dibenahi agar pasar kita ini makin nyaman dan tingkat kunjungan terus meningkat,” ujarnya.

Dia menuturkan, dalam ajang yang diprakarsai oleh Yayasan Danamon Peduli dan Majalah SWA ini pihaknya mendapatkan ilmu baru dari apa yang sudah dilakukan pasar lain. Di antaranya penerapan e-retribusi, dimana pembayaran retribusi pedagang dilakukan melalui bank. “Saya rasa e-retribusi ini bagus dan bisa diterapkan di Pasar Rejowinangun. Tapi, untuk penerapannya akan dilakukan secara bertahap,” katanya.

Direktur Utama Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi mengutarakan, anugerah ini merupakan apresiasi bagi pengelola pasar yang komitmen dalam mengelola pasar. Bukan sekadar komitmen, tapi memiliki langkah inovasi dalam mengembangkan pasar. Sehingga pasar makin bersih dan nyaman.

“Kami sendiri bersama Danamon berkomitmen terus melaksanakan program Pasar Sejahtera. Juga bersama Kementerian Perdagangan membuat inovasi dengan penamaan pasar rakyat. Ini harus terus didengungkan. Perlu juga kita membiasakan diri dengan menyebut pasar rakyat. Pasar rakyat bisa jadi modern dan pasar modern bisa jadi pasar rakyat,” jelasnya.

Sementara itu, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag RI, Tjahya Widayanti mengemukakan, pasar merupakan sumber kehidupan dan roda penggerak ekonomi masyarakat. Maka, perlu terus dikembangkan bahkan direvitalisasi. Sehingga kesan pasar tradisional kumuh dan kotor akan hilang.

“Revitalisasi pasar sendiri masuk dalam program nawacita yang dicanangkan Presiden Jokowi. Hingga tahun 2019 kami menargetkan revitalisasi pasar sebanyak 5.000 di seluruh Indonesia. Sampai sekarang baru mencapai sekitar 2.700 pasar dan masih ada waktu dua tahun ke depan untuk mencapai target,” paparnya.

Terkait anugerah ini, Tjahya mengaku, sangat mendukung dan diharap dapat diadakan lagi tahun mendatang. Ia menilai anugerah ini dapat mengetahui kondisi pasar di Indonesia sekaligus ada timbal balik berupa masukan ke pemerintah baik pusat maupun daerah. “Masukan ini tentunya dapat digunakan untuk memajukan pasar itu sendiri dan menjadi inspirasi bagi pasar yang lain,” ungkapnya. (MJ-24)

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

13 − = 10

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.